LIGHThouse, Pionir Klinik Turun Berat Badan Pertama di Indonesia - LIGHThouse Indonesia
Appointment
Appointment

LIGHThouse, Pionir Klinik Turun Berat Badan Pertama di Indonesia

Klinik LIGHThouse Indonesia

Saat ini kasus obesitas di Indonesia kian meningkat, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terungkap bahwa 1 dari 3 orang dewasa di Indonesia mengalami obesitas. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu penyebab masyarakat Indonesia mengalami kenaikan berat badan. Hal ini disebabkan pada awal tahun 2020, masyarakat mengalami panic attack dan mulai menimbun bahan makanan.

Selain itu, adanya perubahan gaya hidup juga memengaruhi seseorang mengalami obesitas seperti jarang melakukan olahraga, tidak melakukan defisit kalori, dan habits (kebiasaan) buruk lainnya.

Obesitas dapat berbahaya apabila tidak segera ditanggulangi dengan baik. Mengapa obesitas bisa berbahaya untuk tubuh? Karena obesitas terjadi akibat adanya penumpukan lemak yang berlebih akibat tidak seimbangnya kalori yang masuk ke dalam tubuh dengan yang dibakar. Hal ini tentu dapat mengganggu kesehatan tubuh dalam jangka waktu yang lama.

Berat badan berlebih dan obesitas dapat menyebabkan penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, osteoarthritis, penyakit jantung koroner, dan lain sebagainya. Penyakit-penyakit kronis inilah yang dapat menyebabkan seseorang akan terganggu kesehatannya hingga menyebabkan kematian.

Dengan demikian, Klinik LIGHThouse hadir membantu pejuang obesitas mendapatkan berat badan idealnya dan kesehatan yang optimal melalui program penurunan berat badan yang komprehensif, inovatif, medically supervised, safe & effective, dan mudah untuk diikuti.

Didirikan pada tahun 2004, klinik LIGHThouse telah menangani lebih dari 80.000 pasien dalam pelayanan kontrol berat badan dan kontur tubuh yang dirancang khusus oleh dr. Grace Judio-Kahl. Hingga saat ini, Klinik LIGHThouse telah memiliki 11 cabang yang terdiri dari cabang Kebayoran, Lotte Shopping Avenue, BSD Tangerang, Lippo Mall Puri, Surabaya, PIM 3, Cilandak, Thamrin, Kelapa Gading, Cibubur, hingga Medan.

LIGHTweight ialah salah satu program andalan LIGHThouse yang telah teruji efektifitasnya untuk menurunkan berat badan. Program ini telah teruji berhasil menurunkan berat badan 3,5x lebih banyak dibandingkan dengan program penurunan berat badan konvensional. Selain itu, program ini juga telah teruji mampu membuat pasien memiliki kontrol diri terhadap makanan dan pengetahuan nutrisi lebih baik.

Program turun berat badan di Klinik LIGHThouse tentu dipandu langsung oleh Slim Right Expert yaitu terdiri dari Dokter, Ahli Gizi (nutritionist), Psikolog hingga Psikiater yang akan menyesuaikan metode diet dengan masing-masing kepribadian pasien. Hal ini dilakukan agar program diet terasa menyenangkan dan tidak menyiksa.

Selain layanan konsultasi, Klinik LIGHThouse juga menyediakan layanan treatment yang ditangani langsung oleh ahli medis. Treatment LIGHThouse terdiri dari dua kategori yang terdiri dari kategori injectable dan non-injectable. Treatment injectable ialah treatment yang melakukan tindakan memasukkan obat-obatan ke dalam tubuh. Treatment ini terdiri dari Treatment Injex, Treatment Semaline, dan Treatment LipoBurn/LipoBurn Forte.

Sebaliknya, treatment non-injectable ialah treatment yang tidak memasukkan obat-obatan ke dalam tubuh. Namun, menggunakan alat medis dengan teknologi canggih untuk membantu menurunkan berat badan. Treatment ini terdiri dari Treatment LipoStripping, Treatment Mini LipoStripping, Treatment Lyphatic Drainage, Treatment E-line dan Treatment LIGHTwave.

Selain treatment, Klinik LIGHThouse juga menyediakan penunjang program turun berat badan lainnya seperti obat-obatan (mengandung bahan-bahan herbal) dan produk-produk rendah kalori yang didesain khusus untuk menurunkan berat badan. Seluruh layanan yang ada (dalam bentuk jasa atau produk) dapat diakses melalui website kami di www.lighthouse-indonesia.com atau akun Instagram kami di @lighthouse_indo, @lightcoach_indo, @lightmeal_indo dan marketplace.

 

 

Copyright © 2022 LIGHThouse. All Rights Reserved.
FAQ