Yakin Menghindari Nasi, Garam, dan Air Es Ampuh Turunkan Berat Badan?

Banyak orang yang bermasalah dengan kelebihan berat badan melakukan program diet demi penampilan dan kesehatan. Namun sebagian besar masih salah kaprah ketika menerapkan tips diet karena ingin hasil instan.

 

Sebagian orang, misalnya, menghindari sama sekali konsumsi nasi putih atau garam. Air es dianggap pula membuat perut buncit sehingga kerap dihindari pelaku diet. Benarkah?

Diet dengan menghindari nasi putih secara total dan tiba-tiba sangat sulit dilakoni orang Indonesia. Pemikiran “tidak makan nasi berarti belum merasa kenyang” sering kali masih terpatri sehingga menimbulkan kondisi “kelaparan”. Nafsu makan terhadap makanan tinggi karbohidrat lain malah menjadi-jadi.

“Tidak makan nasi (putih) tapi makan mi, bihun, kwetiau, roti, kue-kue manis, ya sama saja bohong. Makanan berbahan dasar tepung merupakan jenis makanan berkarbohidrat sederhana yang cepat berubah jadi energi dan jika tidak terpakai akan disimpan sebagai lemak,” ucap pakar lightHOUSE.

Padahal, dibanding jenis makanan di atas, nasi putih masih lebih baik karena termasuk karbohidrat kompleks yang tidak mudah diserap tubuh. Nasi kaya vitamin B pula. Perlu diingat, kekurangan vitamin B bisa menyebabkan penyakit beri-beri. Daripada menghindari nasi putih sama sekali, lebih baik atur porsinya. Kalaupun ingin mencoba jenis karbohidrat lain, lebih baik ganti nasi putih dengan nasi merah atau gandum utuh. Lagi-lagi, porsinya mesti diatur.

Baca juga: Tips Diet, Mengganti Nasi dengan Roti Itu Sia-sia

Selain soal nasi putih, pola pikir salah lain tentang diet mengatakan air dingin bisa membuat perut buncit. Di sisi lain, banyak meminum air putih dengan temperatur normal dipercaya melangsingkan tubuh. Yakin? Menurut spesialis penurunan berat badan, dr. Grace Judio, MSc., banyak mengonsumsi air putih bukan jaminan berat badan bisa turun. Pemikiran tersebut mungkin muncul karena air putih mengenyangkan dan memiliki kalori nol. “Kalau sudah kenyang dengan air putih, orang memang jadi tidak banyak makan,” tutur pendiri KLinik lightHOUSE ini.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tubuh tetap memerlukan nutrisi dari makanan. Air putih saja tidak cukup bagi tubuh menjalankan fungsinya dengan baik. Bukannya diet, bisa-bisa tubuh malah terserang penyakit.

 

40603465 - drink water

Benarkah air putih dingin bisa merusak diet sehat Anda?

 

Mitos Air Dingin

Tak berpengaruh! Air putih hangat atau dingin sama-sama berkalori nol, tak akan membuat perut buncit. Justru, mengkonsumsi air es memaksa tubuh bekerja lebih keras. Air es yang masuk ke tubuh akan dihangatkan menjadi sekitar 30 detajat celsius, sama seperti temperatur normal tubuh. “Saat air memiliki suhu, misalnya, nol derajat, tubuh berusaha membuatnya jadi panas. Artinya, tubuh perlu kerja keras memanaskan. (Proses ini) membakar kalori. Tapi bukan berarti akan langsung membuat (tubuh) kurus. Setidaknya tubuh bekerja sedikit ekstra,” jelas dr. Grace.

Ikuti Testimoni: “Turun Berat 18 Kg Tanpa Pantang Garam dan Cukup Minum Air Putih”

Rambu-rambu menurunkan berat badan, menurutnya, harus tetap mengedepankan pola makan sehat dan seimbang. Diet yang dilakukan dengan menghindari sama sekali jenis makanan tertentu kemungkinan berakibat negatif terhadap tubuh. Kalaupun diet macam itu berhasil menurunkan berat badan dalam hitungan hari, biasanya tubuh kembali ke bentuk semula dalam waktu singkat. Sangat mungkin timbangan malah meroket lebih tinggi.

Diet mayo” yang sempat populer di Tanah Air, misalnya. Diet ini dikatakan punya hasil signifikan dalam 13 hari. Aturannya, beberapa jenis makanan dilarang dikonsumsi, salah satunya garam. Perlu diingat, fungsi garam adalah mengikat air agar dapat disimpan dalam tubuh. Tanpa garam, air akan dikeluarkan sehingga berat badan pelaku diet mayo terlihat cepat turun. “Tapi ingat, dalam penurunan berat badan yang ingin dihilangkan adalah lemak tubuh, bukan air dalam tubuh,” dr. Grace menjelaskan.

Tapi ingat, dalam penurunan berat badan yang ingin dihilangkan adalah lemak tubuh, bukan air dalam tubuh.

Beberapa situs di internet bahkan menyebutkan diet tersebut cukup dilakukan satu tahun sekali. Ia mengatakan diet mayo yang berkembang di Indonesia ini sudah melenceng dari ajaran negara asalnya di AS. Umumnya, diet mayo di Indonesia mengatur makanan dengan jumlah kalori 500 sampai 800 kalori per hari. Padahal, rata-rata kebutuhan kalori orang adalah 1.500 sampai 1.800 kalori setiap hari. Memang, diet mayo dari AS pun sama-sama mengurangi asupan kalori. Tapi jumlahnya tidak drastis dan keseimbangan gizi pun dijaga.

“Diet rendah kalori yang ekstrem biasanya sulit diterapkan dalam jangka panjang. Jika diet ini sudah tidak dilakukan lagi, bukan tidak mungkin berat badan kembali naik. Bisa saja ke angka yang lebih besar dari sebelumnya,” tuturnya. Karena itu sebaiknya kita berhati-hati sebelum melakukan program diet. Tiap orang, ujar Grace, memiliki karakter tubuh, gaya hidup, dan kepribadian berbeda. Program diet yang dibutuhkan mungkin berbeda pula. Sebelum melakukan diet, konsultasi kepada para ahli penurunan berat badan sebaiknya didahulukan.

Kami adalah Weight Control Center yang memiliki program-program diet lengkap dalam membantu meningkatkan kontrol diri terhadap makanan dan menerapkan pola hidup sehat di bawah pengawasan medis. Buat janji Anda sekarang untuk mendapatkan konsultasi gratis.

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2018. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ