Waspada Diabetes Harus Dimulai Saat Angka Trigliserida Meningkat

Sesuatu yang berlebihan tidak pernah positif. Demikian juga dengan angka trigliserida. Risiko penyakit sindrom metabolik langsung mengintai jika angka salah satu jenis lemak ini meningkat.

 

Bahkan, Slimright Expert kami langsung menghimbai klien dengan angka trigliserida tinggi untuk waspada diabetes. “Tinggi gliserid, belum diabetes, tapi ini prediktif. Kalau trigliserida tinggi biasanya sebentar lagi akan dibetes,” ujar Pendiri Klinik lightHOUSE Indonesia dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt.

Ia menyarankan, orang dengan trigliserid tinggi harus mengurangi makanan yang mengandung lemak. “Makanan dengan trigilserid tinggi biasanya mengandung lemak yang bukan kolesterol, misalnya minyak goreng,” ia menjelaskan. Menurut dr. Grace, meskipun non kolesterol, bila terlalu banyak tetap meningkatkan trigliserida dan bisa mengarah ke diabetes.

Trigliserida merupakan hasil konversi kalori tidak terpakai dan disimpan untuk menyediakan cadangan energi bagi tubuh. Hal tersebut menyebabkan seseorang yang sering mengonsumsi kalori melebihi jumlah yang yang dibutuhkan oleh tubuhnya, akan beresiko memiliki kadar trigliserida tinggi.

 

Baca juga:  Kasus Oon Project Pop Mengajarkan Konsumsi Gula Berlebihan Bisa Berakibat Fatal 

“Jadi jika angka trigliserid tinggi, orang tersebut juga harus membatasi makanan yang mengandung gula atau tepung, olahan tepung, dan yang manis-manis,” kata dr. Grace. Karena risiko terkena diabetes juga meningkat, karbohidrat yang dia masukan harus yang Indeks Glikemiknya rendah. Sehingga gula di dalam darah tidak gampang naik-turun.

Kadar trigliserida yang dinyatakan sehat adalah di bawah 150 mg/dL, sementara 150-199 mg/dL harap berhati-hati, dan 200-499 mg/dL termasuk tidak sehat. Di atas 499 mg/dL sangat tidak sehat.

Kadar trigliserida tinggi jangan diremehkan. Pada banyak kasus, dokter akan meresepkan obat-obatan untuk menurunkannya. Namun, obat-obatan pun tidak cuku karena harus disertai perubahan pola makan dan gaya hidup.

 

Pendampingan Medis

Pakar kami menyarankan, agar risiko diabetes menurun, berat badan pun harus turun. Salah satu klien lightHOUSE Indonesia, Adi Nugroho, seorang Auditor yang berusia 28 tahun pernah mencapai berat badan 121 kg. “Tubuh saya obesitas sejak kecil. Ini membuat saya mulai sedikit merasa takut terkena penyakit diabetes. Penyakit gula ini telah menorehkan sejarah kelam dalam keluarga kami,” kenang Adi yang kehilangan anggota keluarganya akibat penyakit diabetes.

Ia merasa sangat terbantu dengan program penurunan berat badan yang komprehensif dengan pendampingan medis di klinik lightHOUSE Indonesia. Satu hal yang sangat dia ingat adalah kata-kata dari psikolog yang mengatakan, “Jika ingin berdiet, yang harus dilakukan pertama kali adalah menemukan akar masalahnya.” Tanpa mengetahui akar permasalahannya, jangan heran kalau diet Anda lebih sering gagal.

Menurut dr. Grace, dalam kasus pria masalah berat badan biasanya akibat emotional eating. “Saat stres larinya ke makanan. Saat target makin tinggi dan tuntutan karir bertambah, pria menenangkan diri dengan makanan,” ujarnya.

Adi merasa tips dan pendampingan dari para ahli semacam ini membuatnya merasa diperhatikan dengan baik. “Saat motivasi saya menurun, mereka menyemangati saya, mengingatkan tujuan awal mengikuti program ini,” ujar finalis lightWEIGHT Challenge 2014 yang yang berhasil turun 14 kg atau 11,5% dari total berat badannya ini.

Keberhasilan Adi ini pun membuatnya jadi lebih rutin berolahraga. “Saya yang dulu selalu terengah-engah setiap berolahraga, kini sudah bisa mengambil nafas yang lebih panjang. Rasanya lebih segar, menggantikan perasaan gampang mengantuk yang dulu sering menyerang. Badan pun terasa lebih sehat dan fit,” ujar pria asal Semarang ini.

Jika sahabat lightHOUSE tertarik mengikuti jejak Adi, daftar program lightWEIGHT yuk! Di sini Anda akan mengikuti program selama 12 minggu yang dirancang khusus oleh dr. Grace. Di sini, akan ada dokter, psikolog, ahli gizi, serta personal trainer yang akan siap membantu Anda mencapai penurunan berat badan yang optimal.

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2018. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ