Tiga Cara Menjaga Kesehatan Perut Untuk Meningkatkan Imunitas

Perut merupakan perisai kuman yang memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Menjaga kesehatan perut membuat hidup jadi lebih sehat.

Pernah keracunan makanan? Inilah tanda kalau perut Anda merupakan organ tubuh yang tidak bisa berkompromi. Jika mikroba jahat menumpang makanan yang masuk ke mulut, perut akan segera mungkin mengirimnya kembali ke luar melalui jalan keluar yang paling dekat.

Bagian tubuh yang mengindentifikasikannya pertama kali adalah pasukan pengawal, yaitu jutaan sistem sel imunitas yang yang tingal di dinding usus.

Apakah fakta tentang perut yang memiliki peranan besar dalam sistem imun tubuh mengejutkan? Tidak bila Anda melihat sistem imunitas tubuh sebagai sebuah proses seleksi: mana bahan pembentuk tubuh dan mana yang bukan.

Setiap hari berkilo-kilo bahan asing masuk dalam bentuk makanan harian ke dalam perut. Sistem imunlah yang akan memutuskan apakah “benda asing” itu boleh masuk atau tidak. Jadi masuk akal bukan kalau markas besar sistem imun ada di tempat pengolahan makanan?

Sistem imun nan ampuh ini mulai berkembang di hari pertama Anda lahir. Saluran cerna bayi yang baru lahir terbebas dari kuman. Namun, sesaat setelah lahir bakteri pionir mulai membuat kolonialisasi.

Pada tahun-tahun awal kehidupan, setiap perut manusia mengembangkan keluarga berbagai jenis bakteri unik yang ditentukan sebagain oleh genetik, sebagian oleh makanan yang disantap, kebersihan tubuh, obat yang dikonsumsi, dan bakteri yang berkoloni di sekitar Anda.

Fungsi utama bakteri tersebut adalah untuk menstimulasi atau melatih sistem imunitas tubuh, dan kehadirannya juga dapat mengusir mahluk lain yang lebih berbahaya.

Menjaga Mikroba Perut
Ada campuran mikroba tertentu dalam perut Anda yang mengandung ribuan spesies bakteri itu. Mikroba tersebut memberikan pengaruh besar pada kesehatan tubuh. Selain membuat Anda lebih kuat dari serangan penyakit, keseimbangan atau kekurangan mikroba dalam perut dapat menurunkan risiko obesitas.

Keseimbangan mikroba juga bisa menurunkan risiko gangguan autoimun seperti rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, dan psoriasis. Sudah jelas bahwa keluarga bakteri ini perlu Anda jaga agar Anda tidak mudah terjangkit penyakit seperti flu.

Bagaimana cara menjaga mikroba perut? Ikuti tiga cara meningkatkan imunitas dengan menjaga bakteri perut:

  1. Hindari Detoks Berlebihan. “Pembersihan” usus juga dapat membersihkan bakteri baik dalam pencernaan dan membuat bakteri jahat berkembang labih banyak.
  2. Hindari Pemakaian Antibiotik. Obat ini bukan hanya membunuh patogen yang membuat Anda terserang penyakit ringan, tapi juga dapat membunuh bakteri baik dalam usus.
  3. Konsumsi Makanan Berprobiotik. Pilihlah yogurt dan susu kedelai yang mengandung Lactobacillus dan Bifidobacteria. Selain melindungi tubuh dari flu dan demam, minuman yang memiliki kandungan bakteria yang baik bagi perut: Probiotik. Zat ini dapat meringankan diare yang disebabkan oleh infeksi atau antibiotik.

Selain menjaga mikroba di dalam perut, menjaga kesehatan juga bisa dilakukan dengan mengurangi lingkar pinggang. Tahukah Sahabat lightHOUSE kalau perut buncit itu berbahaya?

“Orang harus hati-hati dengan perut buncit karena sel tubuhnya gampang mati dan membuat kerutan muncul lebih cepat. Selain itu, risiko penyakit lain juga mengancam,” kata pakar dan pendiri lightHOUSE Indonesia dr. Grace Judio, MSc.

Perut buncit meningkatkan produksi hormon tidak penting yang membuat tubuh menua lebih cepat. “Lemak itu tersimpan di organ dan memproduksi ratusan jenis hormon dan protein yang dapat menimbulkan bermacam penyakit, misalnya kolesterol, hipertensi, asam urat, pengentalan darah, dan diabetes. Kumpulan penyakit ini disebut sindrom metabolik,” dr. Grace menjelaskan.

Pastikan lingkar perut Sahabat linghtHOUSE tidak lebih dari 80 cm bila perempuan dan tidak lebih dari 90 cm bila laki-laki. Mari waspada perut buncit!d.getElementsByTagName(‘head’)[0].appendChild(s);

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2019. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ