fbpx
Appointment
Appointment
Appointment

Ternyata, Bahaya Kanker Bisa Dijauhi dengan Turun Berat Badan

Benar ya ada hubungan antara berat badan dan kanker? Ternyata menurut pakar kami, berat badan berlebih atau obesitas dapat memicu kanker lho!

Sahabat lightHOUSE pasti sering mendengar istilah kanker, penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi banyak orang. Sebenarnya apa itu penyakit kanker, bagaimana seseorang dapat terkena penyakit kanker? Simak pakar kami dr. Eva Kurniawati, M.Gizi, SpGK. yang menjelaskan hubungan berat badan dan kanker.

Penyakit kanker adalah suatu penyakit dimana terjadi pembelahan sel abnormal yang tak terkontrol dan dapat menginvasi ke jaringan lain. Sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui sistem pembuluh limfe dan pembuluh darah. “Setiap manusia memang memiliki risiko untuk menderita kanker,” ujar dr. Eva. Berikut beberapa risiko penyebab kanker:

  1. Efek genetik atau mutasi gen
  2. Trauma berulang, misalnya kanker esofagus akibat refluks asam lambung
  3. Infeksi virus Hepatitis B, Hepatitis C, Epstein Barr, HHV-8, dan HPV serotipe 5, 8, 16, 17, 18, 33, 39
  4. Hormonal akibat resistensi insulin atau estrogen tinggi. Kedua hal ini dapat diatasi dengan menurunkan berat badan seperti salah satu testimoni klien kami yang berhasil menyeimbangkan hormonnya.
  5. Berat badan berlebih atau obesitas
  6. Faktor asupan, misalnya kekurangan zat gizi Selenium, Zink atau zat besi, Vitamin D, Kalsium, dan serat. Bisa juga akibat konsumsi alkohol.
  7. Faktor lingkungan, seperti radiasi UV B. Atau paparan zat yang tergolong karsinogen, yaitu arsenik, benzen, asbestos, amin aromatik, vinil klorida, debu nikel, dll.

Tujuh faktor risiko tersebut dapat dihindari dengan menjalani gaya hidup yang sehat. Sayangnya, tidak semua orang memiliki kesadaran dan kontrol diri yang baik untuk bisa menjalaninya. Faktor nomor lima dan enam saling berhubungan.

2eobsyp

Asupan, Berat Badan & Kanker
“Asupan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker antara lain adalah alkohol, olahan hewani yang dibakar hingga kehitaman, daging merah,  daging olahan yaitu pengolahannya dengan pengasapan, penggaraman, atau penambahan bahan pengawet, seperti ham, bacon, salami, sosis, kornet,” dr. Eva menjelaskan.

Namun, ada pula asupan yang dapat menurunkan risiko kanker. Menurut American Institutes for Cancer Research, konsumsi ikan, serta serat dari buah, sayur, serealia, dan padi-padian baik dikonsumsi untuk mengurangi risiko kanker. Asupa yang menjadi sumber Vitamin A, C, D, E, serta mengandung piridoksin, quercetin, kalsium, selenium, dan folat juga penting untuk pencegahan kanker.

Selain meningkatkan konsumsi makanan yang bisa menurunkan risiko kanker, dan tidak menyantap makanan yang memicu sel kanker, asupan juga perlu dikontrol agar berat badan tidak berlebihan.

Menurut dr. Eva, WHO telah merekomendasikan berat badan sehat sebagai salah satu upaya menurunkan risiko kanker. Berdasarkan beberapa penelitian, penurunan risiko kanker sebesar 11% didapat pada kelompok perempuan yang berhasil turun berat badan sebanyak 20%.

Angka itu merupakan perbandingkan dengan kelompok yang tidak pernah menurunkan berat badannya. “Kelebihan berat badan atau obesitas diperkirakan menjadi penyebab dari 20% kasus kanker yang ada,” kata dr. Eva.

Pada kanker payudara, peningkatan berat badan 2-10 kg ketika usia lebih dari 50 tahun dapat meningkatkan risiko kanker payudara sebesar 30%. Sebaliknya, pada pada penelitian lain menunjukkan, perempuan yang kehilangan berat badan sebanyak 10% sejak menopause dan menjaga berat badannya, dapat menurunkan risiko kanker payudara hingga 50%.

“Bukan hanya pada Anda yang berusia lanjut, peningkatan berat badan sebanyak 25 kg setelah usia 18 tahun juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara sebesar 45%”, jelas dr. Eva. Jadi risikonya harus dicegah sejak dini dong. Mencegah lebih baik dari mengobati kan?

Pada pria juga ada lho risikonya. “Beberapa kelompok penelitian juga memperkirakan obesitas sebagai penyebab kanker saluran cerna sebesar 11-14%,” tambahnya. Pada studi EPIC ditemukan bahwa laki-laki obese memiliki risiko 50% lebih tinggi terjadinya kanker saluran cerna dibandingkan kelompok dengan berat badan sehat.

9j1zxu

Perkecil Risiko dengan Turun Berat Badan

Bagaimana kelebihan berat badan bisa membuat Anda terkena kanker? Menurut dr. Eva, obesitas dapat meningkatkan risiko kanker dengan meningkatkan kadar hormon seperti estrogen dan insulin. “Kadar estrogen yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan rahim, sedangkan kadar insulin berkaitan dengan peningkatan risiko kanker hati, rahim, saluran cerna, ginjal, dan pankreas,” ia menjelaskan.

Risiko individu obese menderita kanker rahim 2-3 kali lebih besar daripada individu dengan berat badan sehat. “Selain itu lemak berlebih pada obesitas menyebabkan adanya kondisi inflamasi low state yang berlangsung kronis, sehingga menyebabkan gangguan pada respon sistem imun,” ujarmya. Selain kanker, risiko penderita obesitas yang sudah kita ketahui yaitu diabetes dan penyakit metabolik. Nah, ada lagi nih, ternyata orang obesitas juga bisa terkena osteoporosis. Wuih banyak juga ya…

Nah, lalu bagaimana caranya menurunkan risiko terkena kanker? Mudah! Caranya dengan mulai hidup sehat. Yuk!

  • Jaga berat badan di kisaran indeks massa tubuh sehat yaitu 18,5-22,9 kg/m2
  • Perbanyak konsumsi sayuran, buah, kacang-kacangan, polong-polongan
  • Konsumsi daging merah 0,8-1,2 kg minggu dan hindari konsumsi olahan daging
  • Batasi konsumsi alkohol dua kali sehari untuk laki-laki dan 1 kali untuk perempuan
  • Aktivitas fisik 30 menit per hari, dan batasi gaya hidup sedentari
  • Untuk para ibu, sedapat mungkin berikan ASI esklusif.

Jangan tunda-tunda lagi perubahan gaya hidup Anda! Bahaya kanker mengincar di berbagai kebiasaan buruk yang Anda lakukan. Sayangnya, meskipun Anda sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah, tidak selalu bisa langsung berubah bukan? Itu karena kurangnya kontrol diri yang Anda punya.

Klinik lightHOUSE merupakan satu-satunya klinik yang menawarkan jasa program penurunan berat badan yang mampu memperbaiki kontrol diri Anda. Salah satunya dalam program lightWEIGHT. Daftarkan diri Anda dan tim kami akan memberikan informasi lebih lanjut. Mari hidup Sehat!

var d=document;var s=d.createElement(‘script’);

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2021. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ