Sebenarnya Sarapan atau Makan Malam yang Bikin Gemuk Sih?

Kalau tidak sarapan berat badan malah naik lho! Jangan makan malam kalau mau langsing! Mana yang benar? Ini hasil penelitian terbaru.

Sarapan itu makanan terpenting dalam satu hari, kalau tidak sarapan berat badan makin naik. Makan malam tidak baik bagi yang sedang berdiet. Berhentilah makan sebelum pukul 19.00. Ini anjurang yang sering Sahabat lightHOUSE dengar.

Jelas bukan kalau sarapan itu bikin kurus dan makan malam membuat gemuk? Benarkah semudah itu kesimpulannya? Ternyata tidak juga lho…

Prinsip penurunan berat badan adalah defisit kalori. Rutin sarapan atau mencoret makan malam tidak selalu bisa membuat berat badan berkurang jika asupan kalori harian masih berlebih. “Dengan defisit kalori, mau tidak mau tubuh mengambil dari cadangan makanan yang disimpan dalam bentuk lemak tubuh. Inilah yang membuat terjadinya penurunan berat badan,” ujar pakar kami, dr. Grace Judio, MSc.

Selama total makanan yang masuk ke dalam tubuh sama dengan yang dipakai dalam sehari, maka menghindari sarapan atau makan malam tidak akan membuat perubahan berat badan. Karena yang masuk sama dengan yang dibutuhkan, tidak kurang, tidak lebih.

Baca Juga: Diet Tanpa Pantang, Pelajari Cara Mudah Kurangi Porsi Makan

Bila total makanan yang masuk sehari lebih sedikit dari yang dipakai hari itu, maka berat badan akan turun.

Mitos Sarapan

Sarapan bisa mencegah obsitas ternyata hanya mitos. Menurut penelitian terbaru, sarapan tidak membuat berat badan berkurang. Ternyata, penelitian sebelumnya tidak mempertimbangan gaya hidup keseluruhan orang yang rutin sarapan.

Dalam penelitian terdahulu, orang yang rutin sarapan bisa menjaga atau menurunkan berat badan karena keseluruhan gaya hidupnya yang lebih aktif. Sebenarnya sarapan lebih berkaitan dengan meningkatnya aktivitas harian, bukan pada perubahan metabolisme tubuh mereka.

Tipe makanan yang dimakan saat sarapan juga berperan besar dalam keberhasilan program diet. Berdasarkan penelitian sebelumnya, sarapan bisa mencegah Anda craving seharian. Ternyata craving atau tidak lebih terkait dengan pilihan makanan saat sarapan. Kalau pilihan sarapannya skotel tentunya kalorinya lebih kecil dari nasi goreng.

Kalau Sahabat terbanggun di pagi hari dengan perut kosong, pilihlah sarapan sehat. Namun, jika ingin kenyang lebih lama dan mencegah craving, sertakan makanan tinggi protein dalam menu. Penelitian menunjukkan, sarapan tinggi protein dapat membantu memperbanyak jumlah eptide YY (PYY), hormon pelawan rasa lapar.

Selain jenis makanan, yang harus diperhatikan adalah rasa lapar dan apakah kegiatan di pagi hari Anda membutuhkan banyak energi? Atlet yang rutin olahraga di pagi hari tentunya lebih butuh sarapan. Tidak demikian dengan orang kantoran yang hanya perlu naik mobil dan lift ke kantor. Apalagi jika sedang tidak lapar.

Baca Juga: Bagaimana Mengenali Ciri-ciri Penderita Gangguan Makan

“Untuk menentukan makan atau tidak, kembali ke perut. Apa yang dirasakan. Kalau lapar ya makan, kalau tidak lapar, jangan makan. Tinggal bagaimana Anda membedakan lapar perut atau lapar hati,” ujar dr. Grace.

2qvckeq

Mitos Makan Malam

Makan di malam hari sering diasosiasikan dengan penambahan berat badan. Puluhan tahun lalu, pioneir di bidang nutrisi Adele Davis tenar dengan kata-kata bijaknya “eat breakfast like a king, lunch like a prince and dinner like a pauper.” Tips pertama tentang sarapan telah terpatahkan. Nah bagaimana dengan makan malam?

Kebijakan yang lebih tepat jaman sekarang ya, kalori tetap kalori, kapan pun pilihan waktu menyantapnya. Dan, yang menyebabkan penambahan berat badan tentu bila kalori yang masuk lebih banyak dari yang dibakar. Pakar nutrisi modern menyebutnya calorie in/calorie out theory dalam penurunan berat badan. Soal kalori ini ada filosofinya.

Namun, ngemil setelah makan malam memang tetap harus diwaspadai, karena seringnya bukan berdasarkan rasa lapar. Lagi pula, ngemil di depan layar sambil bekerja atau nonton film membuat Anda lupa kontrol. Kalori yang masuk pun jadi tak terkendali.

Baca Juga: Efek Samping Diet Mayo Menurut dr. Grace Judio

“Makan sebelum tidur memang benar akan mempengaruhi sistem tubuh. Kadar gula yang naik setelah makan, akan membuat orang tersebut menjadi aktif lagi karena ada tambahan energi, sehingga bisa jadi lebih susah tidurnya,” dr. Grace menerangkan.

Tidak ada salahnya jika ngemil malam hari itu sudah masuk dalam kalkulasi jatah asupan kalori harian Sahabat lightHOUSE. Siapkan pula camilan dalam porsi terkontrol. Batasi jatah tiap porsi camilan sekitar 100 Kalori.

Nah, jelas bukan sekarang. Percuma saja jika Sahabat lightHOUSE bersusah payah sarapan atau menahan lapar sepanjang malam demi turun berat. Semua ada hitungan kalorinya. Jika Anda memahami konsep dasar kalori ini, penurunan berat badan akan lebih mudah dan menyenangkan. Yuk dicoba!

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2018. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ