fbpx
Appointment
Appointment
Appointment

Pertama di Indonesia, Teknologi Virtual Reality untuk Penurunan Berat Badan

Adakah obat yang dapat membuat langsing dalam sekejap? Tentunya jika ada tidak akan ada orang gemuk di dunia.

Berbagai macam diet banyak diperbincangkan di banyak media. Demikian juga dengan obat-obatan, hipnoterapi, alat atau suntikan. Tetapi benarkah hipnoterapi dapat langsung membungkam mulut iseng yang selalu ingin mengunyah, atau adakah suntikan ajaib yang langsung membuat kempes perut?

“Obsesi kami selama 11 tahun di lightHOUSE adalah membantu pasien turun berat sebanyak dan secepat mungkin. Umumnya, cara penurunan berat badan yang dilakukan adalah dengan pengaturan pola makan dan olahraga, namun itu juga tidak instan. Karena belum ada yang bekerja instan tetapi tahan lama, kami pun memilih untuk menciptakan daripada menunggu ada obat atau terapi baru,” kata pendiri Klinik lightHOUSE dr. Grace Judio-Kahl, MSc.

Sistem yang diformulasikan oleh pakar diet dengan latar belakang pendidikan ilmu saraf dan perilaku ini merupakan suatu program komprehensif yang dapat mengubah pola pikir. “Tujuan program adalah mengubah perilaku dan memotivasi klien agar mampu menjalankan pola hidup dan pola makan yang lebih sehat,” ujar dr. Grace yang juga memimpin proses pengembangan terapi ini.

Awalnya klinik lightHOUSE menerapkan kombinasi terapi kognitif perilaku atau cognitive behavior therapy (CBT) dengan kombinasi neurohipnoterapi. “Secara keseluruhan, CBT lebih efektif membantu penurunan berat badan karena lebih komprehensif,” dr. Grace menerangkan. Namun seiring perkembangan teknologi, ternyata program ini masih bisa dikembangkan.

Teknologi Virtual Reality
Klinik lightHOUSE pun terus mengembangkan berbagai inovasi terdepan untuk program penurunan berat badan. Yang terbaru, klinik yang sudah dipercaya selama 11 tahun ini membuat simulasi dengan virtual reality. “Metode virtual reality ini digunakan supaya orang lebih menghayati apa yang harus dilakukan,” dr. Grace menjelaskan.

Simulasi ini bertujuan untuk menempatkan klien dalam konteks. “Seseorang memutuskan untuk makan berdasarkan konteks, yakni situasi apa yang sedang dialami sehingga akhirnya melemahkan kontrol dirinya dan membuatnya memilih untuk makan,” ia menerangkan. Hal-hal seperti inilah yang kerap terjadi pada orang yang sulit menahan nafsu makan. 

Klien rata-rata sudah tahu kalau makan gorengan, makanan bertepung, dan bergula banyak yang berbahaya untuk daya ingat itu akan merusak program turun berat badannya. Namun, karena mereka makan karena konteks, sudah tahu pun tetap dilanggar. Di sinilah simulasi dengan teknologi virtual reality ini bisa diandalkan. 

j5blzn

Dengan menggunakan alat head-mounted display, virtual reality ini akan membuat kliet merasa berada di ruangan tiga dimensi. Klien akan merasa berada dalam situasi yang kurang lebih seperti di rumah, di food court, atau di ruang kerja. Bila ada makanan di sekeliling mereka, apakah si klien ini bisa mengatasi masalah dengan benar? Apakah kontrol dirinya sudah berjalan?

“Nah, kalau tidak, kami akan ajari caranya. Kami juga tidak cuma menganjurkan cara menghadapi pilihan-pilihan makanan itu dengan menggunakan teknik tertentu yang disesuaikan dengan karakter masing-masing klien,” ujar dr. Grace.

Inovasi ini ini menjadikan lightHOUSE sebagai klinik pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi virtual reality dengan alat head-mounted display dalam program penurunan berat badan. Biasanya head-mounted display seperti Oculus ini lebih umum digunakan untuk main games oleh sebagian orang. 

Aplikasi Games di Smartphone
Selain teknologi vitual reality tersebut, klinik lightHOUSE pun sudah terlebih dahulu memperkenalkan aplikasi berbasis smartphone untuk para kliennya. Aplikasi ini berupa games yang dapat diakses oleh klien di bawah pengawasan ahli gizi atau psikolog. 

“Kadang pasien sering ‘lupa’ nasihat dokter atau ahli gizi saat menghadapi kudapan dan berbagai jajanan. Kami menciptakan sistem sehingga anjuran lebih dihayati dan melatih mempraktekan anjuran dalam berbagai situasi, saat rapat, arisan atau saat dijamu makan. Gagal diet biasanya karena gagal mencari pilihan makanan dalam konteks yang berbeda,” dr. Grace menjelaskan.

Beberapa games yang ada dibuat khusus untuk mengetes pengetahuan klien, apakah sudah menguasai pemilihan jenis makanan yang tepat untuk turun berat badan. Sisanya berupa games yang diciptakan untuk mengetahui kuat tidaknya kontrol diri klien selama program penurunan berat badan berjalan. 

Dengan terus dikembangkannya inovasi menggunakan teknologi terdepan pada klinik ini, para klien pun bisa lebih merasakan bahwa untuk menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan cara mudah dan menyenangkan. Mereka pun mengaku lebih mudah memahami penjelasan ahli gizi setelah mencoba beberapa games dan teknologi virtual reality yang dimiliki klinik lightHOUSE.

Mulai penasaran dengan teknologi virtual reality dan games yang kami miliki? Yuk, segera kunjungi klinik kami yang tersebar di 5 cabang di seluruh Jakarta dan daftarkan diri Anda untuk mencoba program lightWEIGHT andalan kami. Di program ini, Anda bisa mendapatkan hasil 3,5 kali lebih besar penurunan berat badannya dibanding dengan program penurunan berat badan konvensional lain. 

Tunggu apa lagi? Yuk, ikuti program penurunan berat Anda tak hanya akan terasa lebih maksimal, namun juga lebih mudah dan menyenangkan di klinik kami!

FAQ