“Ngebet” Ingin Langsing dengan Obat dan Suntikan, Yakin Aman?

Tubuh langsing kerap jadi idaman banyak orang, terutama kaum hawa. Namun, sebagian mereka lebih memilih mengonsumsi obat atau melakukan suntik pelangsing demi mencapai bentuk tubuh ideal tanpa perlu bersusah payah. Amankah?

 

Jika obat atau suntikan dilakukan di bawah pengawasan medis mungkin masih terbilang aman. Nyatanya, ada saja orang yang sembarang membeli obat pelangsing tanpa tahu dosis atau bahan-bahan kandungannya. Beberapa obat pelangsing, misalnya, membuat orang yang mengonsumsinya sering buang air besar. Memang, dalam satu minggu berat badan bisa turun satu sampai dua kilogram. Tapi hati-hati, kemungkinan bukan lemak yang dikeluarkan melainkan hanya kotoran dalam usus. Setiap hari, manusia menumpuk satu sampai dua kilogram kotoran dalam usus.

Jadi, jangan bergirang hati dulu jika berat badan turun. Bisa saja obat pelangsing tersebut hanya “membersihkan” kotoran, bukan meluruhkan lemak tubuh. “Bisa jadi obat pelangsing itu adalah obat pencahar, bukan pelangsing. Obat pencahar seperti berbagai jamu atau teh pelangsing hanya merangsang kontraksi usus besar sehingga buang air besar menjadi lebih lancar,” kata spesialis penurunan berat badan, dr. Grace Judio, MSc.

Menurut pendiri klinik lightHOUSE Indonesia ini, obat pelangsing macam itu bisa membahayakan kesehatan jika terus dikonsumsi. Pengalaman tersebut pernah dialami oleh salah satu pasien Grace. Sebelum memutuskan berkonsultasi dengan dokter, pasiennya membeli sembarang pil pelangsing tanpa resep. “Dia bercerita pernah meminum obat pelangsing yang menyebabkan sering buang air besar. Memang berat turun satu kilogram pada minggu pertama. Tapi setelah meminum pil selama satu bulan perutnya sering perih,” tutur dr. Grace.

Padahal, menurut dr. Grace, obat pelangsing seharusnya bertugas memusnahkan cadangan lemak, bukan hanya kotoran dalam perut. Dia juga menambahkan lokasi tumpukan lemak di sekitar perut tidak sama dengan letak kotoran dalam usus. “Lemak yang sudah ‘ditabung’ di perut tidak bisa lagi dikeluarkan lewat usus,” tutur Grace.

Baca juga: Tips dari Pakar Agar Perut Sehat dan Pencernaan Lancar

Pastikan peresepan obat diet Anda aman.

Pastikan peresepan obat diet Anda aman.

 

Waspada Pilih Obat

Obat pelangsing yang asli sebenarnya hanya membantu proses penurunan berat badan. Beberapa jenis obat, contohnya, berfungsi menekan nafsu makan sehingga porsi makanan yang masuk ke tubuh berkurang. Namun dalam dosis terlalu tinggi, menurut dr. Grace, pemakaian obat tersebut bisa menaikkan tekanan darah, membuat jantung berdebar tak teratur, pusing, sampai susah tidur.

Ada pula jenis obat pelangsing yang mampu meningkatkan pembakaran energi dalam tubuh. Kebanyakan obat ini mengandung kafein yang biasanya terdapat pada teh hijau, tanaman gatu kola, atau buah guarana. Pemakaian obat tersebut dalam dosis tinggi memiliki efek sama, seperti jantung berdebar dan peningkatan tekanan darah. Jika dosis yang diminum pas, efek sampingnya hanya sebatas mulut kering atau susah buang air besar.

Jenis obat pelangsing terakhir biasanya membantu menurunkan berat tubuh dengan cara mencegah penyerapan lemak dan karbohidrat. Hati-hati, dosis terlalu tinggi pada obat ini bisa menyebabkan diare dan buang angin terus menerus.

Penjelasan di atas jelas memperlihatkan bahwa penggunaan obat dalam dosis tepat merupakan kunci keberhasilan diet. Namun perlu ditekankan, obat pelangsing hanya alat pembantu proses penurunan berat badan. Mengubah pola makan dan olahraga harus tetap masuk agenda.

Baca juga: Resep-resep Sehat untuk Diet Sehat dan Program Turun Berat Anda

 

Bagaimana dengan Suntik Pelangsing Perut?

Tanpa pengawasan medis, suntik bisa berbahaya bagi tubuh. Pemberian injeksi ke dalam tubuh sangat mungkin menyebabkan infeksi jika alat suntik tidak steril. Dosis salah juga berbahaya, bisa mengganggu organ vital tempat menetralisasi efek obat, seperti ginjal dan hati. Tak hanya itu, menyuntikkan obat langsung ke pembuluh darah lebih mudah menimbulkan efek samping alergi. Tapi jangan khawatir, efek suntik pelangsing sebenarnya bisa dikendalikan jika dilakukan di bawah pengawasan medis.

Suntikan memang biasa jadi terapi penunjang—bukan paling utama—di banyak klinik penurunan berat badan. Jenis suntikan beragam pula.

Klinik penurunan berat badan Lighthouse menempatkan suntik dan obat sebagai terapi penunjang. Perlu ditekankan, terapi penunjang yang ada di Klinik LightHOUSE sudah tersupervisi medis dan terjamin keamanannnya. Terapi yang dilakukan bertujuan meningkatkan metabolisme tubuh sekaligus membakar lemak.

Menurut para pakar kami, mengubah pola hidup sehat dengan mengatur asupan makanan dan berolahraga adalah kunci utama menurunkan berat badan. Kontrol diri untuk konsisten meski berat sudah ideal juga penting menjaga tubuh tetap “singset”. “Dari penelitian kami dua tahun lalu, kontrol diri dan pemahaman pasien yang ikut program (penurunan berat badan di bawah pengawasan medis) memang lebih baik dan beratnya turun 3,5 kali lebih banyak dibandingkan hanya konsultasi dan suntik,” kata dr. Grace.

 

*Artikel ini juga dimuat di situs Kompas Health

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2018. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ