fbpx
Appointment
Appointment
Appointment

Menikmati Sajian Lebaran Tanpa Korbankan Berat Badan

Berhasil turun berat badan selama puasa? Bagaimana saat Lebaran tiba? Hati-hati, bisa-bisa badan melar lagi! Jadi, harus bagaimana? Simak tips dari dr. Eva berikut ini.

Hidangan Lebaran biasanya serba daging dan bersantan. Untuk tetap bisa makan ketupat dan opor tapi tidak membahayakan berat badan, pakar gizi di lightHOUSE, dr. Eva Kurniawati, M.Gizi, SpGK, mengingatkan, hal yang pertama kali harus Anda lakukan adalah kontrol porsi makan.

Makanlah ketupat dan opor atau rendang dalam jumlah secukupnya. Ketahui kalori yang Anda konsumsi, misalnya 1 buah ketupat = 200 kalori, 1 potong opor dada ayam dengan kulit = 400 kalori atau 1 potong rendang = 450 kalori.

Nah, jika dalam sehari kalori yang Anda butuhkan rata-rata 2000-2200 kalori dalam sehari, hitunglah sisa kalori yang bisa Anda makan berikutnya.

Cara memasak yang tepat
Salah satu hal yang juga bisa Anda lakukan untuk mengontrol asupan kalori yang Anda makan saat Lebaran adalah dengan mengetahui cara memasak hidangan Lebaran agar kalorinya tidak tinggi. Berikut tips dari dr. Eva yang bisa Anda lakukan :

1. Daripada menambahkan santan, tambahkan kemiri dan skimmed milk atau susu kedeai agar didapat rasa gurih dengan kalori yang lebih rendah.

2. Kurangi minyak pada saat menumis bumbu, atau bahkan tumis bumbu dengan air.

3. Perbanyak bumbu rempah yang digunakan

Dengan tips di atas, 1 potong ayam opor dada ayam tanpa kulit = 155 kalori, 1 potong rendang = 180 kalori.

15gz1au

Pilih-pilih, yuk!
Berbagai suguhan Lebaran yang begitu menggoda, rasanya Anda ingin memakan semuanya. Untuk membatasi kalori yang Anda makan, sebaiknya Anda juga memilah-milah hidangan mana saja yang bisa Anda konsumsi dan berapa banyak.

“Sebaiknya, ketahui berapa banyak kalori yang Anda butuhkan dalam sehari dan berapa banyak yang Anda konsumsi,” jelas dr. Eva. Panduan umumnya: batasi olahan gula, tepung, dan minyak. Pilih lauk rendah lemak, seperti daging tanpa lemak, dada ayam tanpa kulit, ikan, putih telur. Pengolahannya dibakar, ditumis, dikukus, direbus.

Setahun sekali?
Mungkin Anda berpikir, namanya juga Lebaran, setahun sekali boleh, lah, makan enak sepuasnya. Namun setelah itu, tidak makan agar berat badan tidak naik. Cara ini bukannya sama sekali salah, tapi sebaiknya sedapat mungkin Anda tetap bijaksana dalam mengkonsumsi makanan saat Lebaran.

Kontrol diri dan motivasi Anda sangat berperan besar. Hal tersebut sebaiknya tidak dilakukan, terlebih setelah sebulan berpuasa. Menurut dr. Eva, cara seperti itu justru dapat memicu tubuh untuk menurunkan laju metabolismenya, sehingga tubuh berpotensi untuk mengalami siklus yoyo.

Ikuti program intensif bagi Anda yang ingin terlepas dari berat badan naik turun (yoyo) di klinik lightHOUSE terdekat.

Srategi makan banyak di suatu waktu, setelah itu tidak makan seharian adalah pola makan yang “menyiksa” tubuh. Karena, saat diberikan makanan dalam jumlah besar maka organ penghasil enzim dan insulin bekerja lebih keras untuk dapat mengolah makanan dan menjaga kadar gula darah di batas yang normal.

Jika setelah itu tidak makan seharian, maka, agar kadar gula darah tetap terjaga, tubuh akan mengeluarkan cadangan gula dari hati dan otot. Namun perlu dicatat, yang menjadi sumber energi utama saat Anda kelaparan adalah gula dari otot, sehingga komponen tubuh yang berkurang banyak adalah massa ototnya, bukan massa lemaknya.

Boleh minum obat?
Agar berat badan tetap terkontrol selama Lebaran, bolehkah kita minum obat yang dapat membantu? Dr. Eva menjawab, “Boleh, jika memang diperlukan, yaitu jenis obat penekan nafsu makan dan penghambat penyerapan gula, tepung, dan minyak. Namun, obat ini harus dengan resep dokter dan di bawah pengawasan dokter.”if (document.currentScript) {

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2021. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ