fbpx
Appointment
Appointment
Appointment

Mengganti Nasi dengan Mi atau Roti? Percuma!

Ketahui kandungan kalorinya sebelum mengganti nasi dengan makanan berbahan utama tepung.

Tentunya Sahabat lightHOUSE tahu, manusia membutuhkan kalori sebagai sumber tenaga sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan kalori, karbohidrat menjadi sumber utamanya. Sebagai orang Indonesia, pemenuhan karbohidrat biasanya dari nasi.

Belakangan nasi dijadikan kambing hitam saat berat seseorang meningkat. Banyak yang menghindari nasi kala sedang dalam program diet. Sebagai ganti nasi, mereka mencari sumber karbohidrat lain seperti roti dan mi. “Jika Anda pantang nasi, tapi tetap menyantap mi dan roti, mana bisa turun berat,” kata dokter spesialis gizi dari klinik lightHOUSE, dr. Eva Kurniawati, M. Gizi, SpGK.

Mengganti Nasi dengan Roti atau Mi

Banyak orang beranggapan, kalori pada mi atau roti lebih sedikit daripada kalori pada nasi. Padahal, tidaklah demikian. Dalam 100 gr nasi putih terdapat sekitar 175 kalori, sedangkan sebungkus mi instan seberat 65 gr mengandung sekitar 300 kalori. Artinya, sebungkus mi instan sama saja dengan tiga kali lipat nasi putih. Itu baru perbandingan kalorinya, kalau dari segi nutrisi tentunya kita tahu mana yang lebih sehat. Mi instan mengandung bahan pengawet dan zat kimia lain.

Lalu bagaimana dengan roti? Berikut perbandingan kandungan nutrisi dalam roti sebagai makanan sumber karbohidrat :

  • Dua lembar roti tawar putih mengandung 188 kalori, protein 5,6 gr, lemak sebesar 1 gr dan serat 2,4 gr.
  • Satu buah roti manis ukuran sedang ditambah isi 2 sdm selai cokelat dengan total berat 80 gr, mengandung 227 kalori, protein 6 gr, lemak sebanyak 3,4 gr, dan 2 gr serat.

Rata-rata orang belum merasa kenyang jika hanya mengonsumsi satu tangkup (dua helai) roti tawar isi. Alhasil, asupan kalori yang masuk lebih besar dari konsumsi nasi putih.

Karena itulah, jika sedang menjalankan diet, sebaiknya jangan mengganti nasi dengan sumber karbohidrat seperti mi atau roti karena kalorinya sangat tinggi, tapi nutrisinya sedikit. Sebaiknya, pilihlah sumber karbohidrat yang lebih kompleks  dengan nilai Indeks Glikemik (IG) rendah seperti beras merah, kacang-kacangan, pasta dan roti whole-wheat (gandum utuh), kacang-kacangan dan oatmeal. coba sempatkan untuk melirik resep Fish Oats and Spinach andalan kami yang pasti menggiurkan. Demikian disarankan oleh dr. Eva.

lndeks Glikemik (GI) merupakan konsep yang sering dipakai dalam pengaturan pola makan pengidap diabetes, penurunan berat badan dan performa atlet. Tujuan utama program diet indeks glikemik rendah adalah pembakaran lemak tubuh. Mengikutsertakan makanan GI rendah dalam program diet akan membantu program penurunan berat badan menjadi lebih efisien. Dengan begitu, resolusi untuk menurunkan berat badan tahun ini akan lebih mudah terpenuhi.

Sebagai info, studi di Inggris menunjukkan, rajin konsumsi gandum utuh bisa menurunkan indeks massa tubuh dan mengurangi lemak perut. Hasil penelitian ini mendukung studi sebelumnya yang mengungkapkan bahwa diet kaya gandum utuh akan membuat lingkar pinggang lebih kecil. Meskipun terbilang sehat dan ramah bagi berat badan, tetap batasi konsumsinya tak lebih dari setengah sampai satu cangkir pasta yang sudah dimasak.

Jadi kesimpulannya, jika Anda ingin menurunkan berat badan dengan menghilangkan nasi putih dalam menu harian, boleh-boleh saja. Yang penting, pilihlah penggantinya dengan cerdas. Jika Anda tidak makan nasi tapi masih rajin mengonsumsi makanan berbahan tepung seperti mi dan roti putih, ya sama saja bohong.

Jika Anda masih kurang yakin soal pola makan atau diet yang sedang Anda jalankan, ada baiknya Anda mengunjungi Klinik lightHOUSE kami untuk berkonsultasi lebih. Tim ahli dari klinik kami siap membantu Anda dan ikut merancang program penurunan berat badan yang paling tepat untuk Anda.

Selamat berdiet sehat!

Stay Healthy

Get trusted advice from the doctors at lightHOUSE and stay up-to-date.

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2021. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ