Mengapa Diet SBY Gagal?

Masih ingatkah Sahabat lightHOUSE kalau tiga tahun, saat masih menjabat sebagai presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semangat berdiet? Jika melihat foto di atas, tidak salah bukan jika kami mengatakan diet tersebut sudah gagal?

Berdasarkan berita yang beredar di media kala itu, SBY dikatakan berhasil menurunkan berat badan sebanyak 10 kilogram pada Mei 2011. Lalu apa yang terjadi tiga tahun kemudian? Kemungkinan besar berat badan SBY kembali naik, dan bisa jadi lebih tinggi dari sebelumnya. Itu yang banyak dialami oleh sebagian besar orang yang menjalani diet tanpa menyesuaikannya dengan kebiasaan dan karakter masing-masing.

Pakar penurunan berat badan kami, dr. Grace Judio-Kahl, MSc. dari klinik lightHOUSE telah menyadari adanya fenomena diet yoyo tersebut. Dengan pengalamannya menangani pasien dari berbagai golongan, termasuk politisi, dr. Grace menyimpulkan kegagalan diet SBY dikarenakan situasi dan tuntutan jabatan sebagai presiden.

“Sebagai presiden, tentunya SBY kerap bepergian dan mengikuti jamuan makan di berbagai tempat. Segala fasilitas dan kemudahan yang dimilikinya juga membuat gaya hidupnya menjadi kurang aktif,” dr. Grace menjelaskan.

Selain itu, dr. Grace menyoroti kesenangan SBY akan nasi goreng. Bahkan setelah usai masa jabatannya, presiden kita ini ingin membuka warung nasi goreng 

Jika SBY diajurkan untuk diet tanpa nasi, tapi dia sebenarnya suka nasi goreng, pasti saat menjalaninya akan kesulitan dan pola makan itu tidak dapat bertahan lama. “Gagal karena tidak sesuai dengan kebiasaan orang tersebut. Menciptakan kebiasaan baru itu sulit, lebih baik menciptakan pola makan yang lebih sehat tapi tetap mengikuti habit orang itu,” dr. Grace menjelaskan.

Agar diet Sahabat lightHOUSE tidak gagal seperti SBY, inilah saran kami:

  • Sesuaikan pola makan dengan kebiasaan Anda
  • Boleh saja makan nasi, lagi pula banyak makanan lain yang lebih “jahat” dari nasi. Nasi sebanyak 1 gelas air mineral kemasan memiliki 200 kalori. Itu sama kalorinya dengan segenggam keripik.
  • Bila ingin keripik atau nasi saat berdiet boleh saja, bisa diatur asupannya dengan bantuan orang yang ahli.

Selain membantu dalam mengatur pola makan dan jumlah asupan yang cocok, Anda membutuhkan bantuan ahli agar bisa lebih termotivasi dan merancang program penurunan berat badan yang cocok.

 

source image : zimbio.com

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2020. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ