Makan Perlahan Bila Ingin Turun Berat: Mitos atau Fakta?

Butuh berapa untuk menyantap sepiring nasi? Rata-rata mungkin 15 menit. Padahal baru setelah 20 menit sinyal kenyang sampai ke otak lho!

Memperlambat waktu menyantap makanan adalah strategi untuk menurunkan berat badan berdasarkan fakta kerja otak manusia. Menurut para ahli, otak baru menerima sinyal kenyang 20 menit lebih lambat dari perut kita.

Nah, berarti makan perlahan untuk turun berat berarti bukan mitos, tapi fakta. Untuk mendukung pernyataan tersebut, sejak tahun 2002 sudah ada serangkaian penelitian yang menyoroti efek negatif terkait menyantap makanan terlalu cepat. Antara lain:

  • Penambahan berat badan: selama makan, sinyal kenyang baru terasa setelah 20 menit, itulah mengapa semakin cepat makan, semakin banyak yang dilahap.
  • Masalah pencernaan: makanan yang disantap terlalu cepat seringnya tidak dikunyah dengan benar sehingga membebani kerja organ pencernaan.
  • Asam lambung naik: beberapa penelitan menunjukkan kalau makan semakin cepat, kemungkinan asam lambung naik makin besar.

Jeda waktu 20 menit ini yang kerap membuat Sahabat lightHOUSE makan berlebihan dan akhirnya mengalami penambahan berat badan. Dengan mengubah beberapa kebiasaan makan, Anda dapat memperlambat poses menelan makanan dan memberikan peluang otak untuk mengejar ketinggalan dari si perut.

Hasilnya, makan berlebihan dapat dicegah dan Anda bisa mengonsumsi kalori lebih sedikit dari biasanya tanpa merasa kelaparan. Plus, makanan favorit pun bisa dikonsumsi lagi tanpa takut lepas kendali. Ada pula cara-cara menyiasati makanan favorit dalam kumpulan resep kami nih!

Bagaimana caranya memberikan jeda waktu pada otak agar tidak ketinggalan merasakan sinyal kenyang yang dikirim perut? Ada lima tips praktis yang bisa dilakukan Sahabat lightHOUSE. Coba lakukan satu dalam seminggu ini dilajutkan dengan tips lain hingga akhirnya terjadi perubahan pola makan. Mudah bukan? Diet itu memang seharusnya menyenangkan kok!

Luangkan waktu lebih untuk makan.
Sepertinya tips ini kontradiktif dengan tujuan Anda untuk turun berat. Bukan menjauhi makanan tapi malah meluangkan waktu lebih banyak untuk menyantap makanan. Namun, jika Anda makan dalam waktu singkat, perut tidak punya kesempatan untuk memberi sinyal ke otak kalau makanan yang dibutuhkan tidak sebanyak itu.

Bila merasa kontrol diri Anda masih kurang dalam menghadapi godaan makanan, sesuaikan jadwal aktivitas harian Anda agar dapat meluangkan waktu minimal 30 menit untuk makan. Dengan demikian, kemungkinan besar Anda akan mulai merasa kenyang 10 menit sebelum selesai makan dan tidak ingin makan lebih banyak lagi.

Ganti sendok garpu dengan sumpit.
Mengganti alat makan yang tidak biasa digunakan bisa membuat Anda makan lebih lambat. Beli sumpit yang Anda anggap menarik agar bisa digunakan dengan senang hati secara rutin. Makan semua jenis makanan dengan sumpit, bahkan bila itu bukan masakan China atau Asia.

Sumpit akan membuat Anda makan lebih lama karena lebih sedikit makanan yang bisa diangkat dibandingkan bila menggunakan sendok. Bila Anda tidak terbiasa menggunakan sumpit, dibutuhkan konsentrasi lebih. Jika Anda tidak bisa menggunakan sumpit, coba dengan memegang sendok menggunakan tangan kiri atau tangan Anda yang tidak dominan.

Fokus pada makanan.
Makan bersama teman dan keluarga sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Bahkan telah menjadi tradisi khusus yang pantang dilanggar. Menjaani tradisi ini juga terbukti meningkatkan kualitas kesehatan.

Namun, jangan terlalu asyik ngobrol hingga kehilangan fokus pada makanan yang disantap. Sebaiknya Anda menikmati setiap gigitan, makan perlahan dengan segenap hati, bahkan jika itu sambil berbincang-bincang dengan teman atau keluarga.

Minum di sela-sela makan.
Air putih tidak mengurangi nafsu makan, tapi dapat memperlambat proses menyantap makanan. Tentunya air putih juga sangat baik untuk kesehatan. Setelah menelan beberapa suap makanan, minum seteguk atau dua teguk air sebelum kembali menyuap.

28klum0

Gunakan HAPIfork
HAPIfork merupakan garpu elektronik yang membantu Anda memonitor kecepatan makan. Jika Anda terlalu makan cepat akan ada lampu peringatan dan getaran kecil yang mengingatkan untuk mengerem suapan.

Jika menggunakan HAPIfork, durasi makan, dan banyak suapan tiap menit, serta jeda tiap suapan akan terukur dan dicatat. Hasilnya akan terunggah via Bluetooth ke dengan menggunakan Online Dashboard di HAPI.com untuk melihat seberapa besar keberhasilan Anda memperlambat proses makan.

Nah, untuk poin kelima Sahabat lightHOUSE bisa mencoba produk ini dan cara membiasakan mindful eating bersama tim psikolog lightHOUSE. Ikuti workshop kami ya! Namun, tentunya Anda harus mengambil paket lightWEIGHT terlebih dahulu. Yuk ubah pola makan menjadi lebih sehat bersama kami!

Sumber Arikel: adaptasi dari rd.com, sumber image: sbnation.com

 

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2020. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ