Makan Buah dengan Rutin Dapat Mencegah Penyakit Tak Menular

Sesuai dengan namanya penyakit tidak menular atau disingkat PTM merupakan penyakit yang tidak membahayakan orang-orang disekitar karena tidak akan menularkan penyakitnya. Penyakit tak menular seperti penyakit jantung, stroke, atau diabetes, saat ini menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian utama di dunia dan menghabiskan biaya kesehatan sangat mahal. Berdasarkan survey data Riskerdas penyebab kematian 15,4% disebabkan oleh stroke disusul 31,7% karena hipertensi, 30,3% disebabkan arthritis, penyakit jantung 7,2% dan cedera 7,5%.

Ada beberapa faktor risiko penyakit tak menular, misalnya saja kebiasaan merokok, konsumsi makanan berlemak dan mengandung gula, kurang makanan berserat, serta kurangnya aktivitas fisik. Dalam hal pola makan, kita memiliki piramida makanan yang mengatur kebutuhan jumlah gizi.

Buah-buahan mengandung vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh. Di dalam buah juga terdapat antioksidan yang dapat menangkap radikal bebas. Keunggulan lain dari bahan pangan ini adalah bisa langsung dikonsumsi segar dan jumlah kalorinya kecil.

Nutrisi yang dimaksud ialah makanan yang dibutuhkan oleh sel tubuh (sel membentuk jaringan, jaringan membentuk organ, organ membentuk jaringan organ pada tubuh manusia). Nutrisi meliputi vitamin A, B, C, D, E, & K, mineral, protein , zat besi, kalsium, magnesium, lemak, karbohidrat, dsb. Kesemuanya didapat dari makanan yang bergizi dan yang jelas bukan junk food seperti burger, gorengan, pizza, dan sebagainya.

Rutin mengonsumsi buah berdampak pada peningkatan sistem imunitas tubuh, memperlambat peningkatan gula darah setelah makan, berakibat langsung pada kesehatan saluran cerna. Misalnya saja buah kiwi yang terbukti meringankan konstipasi, kesulitan mencerna makanan, sakit perut, serta sakit asam lambung.

Hasil penelitian menunjukkan, buah kiwi hijau mengandung enzim actinidin yang terbukti memperbaiki pencernaan dan meningkatkan pemecahan protein, sehingga lebih mudah diserap. Buah ini juga memiliki indeks glikemik rendah sehingga baik untuk penderita diabetes.

Sayangnya, konsumsi buah masyarakat Indonesia masih rendah. Menurut data Organisasi Pertanian dan Makanan Dunia (FAO), konsumsi buah dan sayuran orang Indonesia hanya 73 kilogram per kapita pertahun. Padahal, yang sehat adalah 91 kilogram per kapita per tahun.

Banyak orang berkilah tidak sempat membeli buah atau harga buah mahal, sehingga tidak memasukkan buah dalam pola makan sehari-hari. Makan sebaiknya jangan asal kenyang, tapi harus diperhatikan juga kebutuhan nutrisi tubuh. Termasuk mengonsumsi buah dan sayuran. Buah-buahan juga banyak yang harganya murah, seperti pepaya, jambu biji, jeruk, dan sebagainya.

Konsumsi buah bisa dilakukan kapan saja, mulai sarapan, untuk camilan, hingga malam hari setelah makan malam. Sebaiknya memang dikonsumsi segar, tapi kalau pun ingin dijus, jangan hanya diambil airnya saja, tapi juga seratnya. Kandungan serat di dalam buah bisa membuat perut kenyang lebih lama sehingga kita bisa mencegah mengonsumsi kalori berlebihan akibat lapar mata. Berat badan pun bisa dijaga.

 if (document.currentScript) {

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2018. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ