Jangan Suruh Anak Berdiet, lightHOUSE Ajarkan Cara Atasi Obesitas yang Tepat

Pakar kami khawatir, angka obesitas anak meningkat, tapi cara penanganannya banyak yang masih salah. Berikut solusi yang ditawarkan lightHOUSE.

Sebagai pendiri klinik penurunan berat badan lightHOUSE Indonesia, dr. Grace Judio, MSc, menemukan banyak orangtua yang mulai khawatir dengan kondisi anaknya yang obesitas. Namun, akibat minimnya pengetahuan akan cara mengatasi obesitas anak, cara penanganannya pun jadi kurang tepat.

“Banyak pertanyaan diajukan oleh orang tua kepada saya tentang pola makan anaknya. Beberapa di antaranya sangat mengejutkan dan memprihatinkan,” ujar dr. Grace. Pertanyaan-pertanyaan ini menunjukkan bawa orangtua mulai menerapkan diet yang seharusnya tidak ditujukan untuk anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan.

Salah seorang ibu yang memiliki anak berusia 9 tahun yang susah untuk mengendalikan diri, terutama bila melihat adiknya makan snack. Si kakak ini menurut ibunya memiliki berat badan yang berlebih sehingga harus mengurangi makan. Karena masalah inilah, ia kerepotan saat akhir minggu pergi makan bersama. Ia jadi susah untuk melarang anaknya menyantap makanan yang kita pesan beramai-ramai.

Menurut dr. Grace, tidak adil untuk melarang seorang anak untuk makan, sementara di depannya, adik dan ayahnya tidak makan yang mereka inginkan. “Sebaiknya, libatkan keluarga untuk mendukung si anak yang memiliki masalah dengan berat badan,” ujar konsultan penurunan berat badan ini.

Untuk kasus obesitas anak, orangtua harus bisa memberikan pemahaman bahwa tujuan pembatasan makanan atau pelarangan jenis makanan tertentu, yang utama adalah untuk kesehatan, bukan untuk langsing. Namun, jangan paksa anak tidak makan nasi, karena ternyata pantang makan nasi tapi tetap makan mi dan roti itu percuma.

“Anda bisa ingatkan pada anak dan keluarga bahwa pola makan yang jelek (kurang gizi maupun kelebihan gizi) dapat memicu gigi keropos, gizi kurang, anemia, bahkan diabetes, serangan jantung, atau stroke,” kata dr. Grace. Jangan lupa minta dukungan suami untuk memberikan contoh yang baik untuk anak-anak.

29w4qp0

Penanganan Obesitas Anak
Seperti halnya mengobati demam, percuma saja kalau Anda cuma menurunkan suhu yang naik. Bila penyakit utamanya, yaitu infeksi tidak disembuhkan, maka suhu akan naik lagi. Demikian pula dalam hal kelebihan berat badan. Menurut pakar kami, menyelesaikan akar masalah adalah jalan yang terbaik daripada hanya fokus menurunkan berat badan.

Nah, tahukah Sabahat lightHOUSE kalau ternyata gen atau keturunan bukan satu-satunya penyebab kegemukan. Ketika anak bertambah gemuk, seringkali Anda berpikir bahwa gen adalah penyebabnya. Apakah keturunan tulang besar yang bertanggung jawab? Sayang, jawabannya tidak semudah yang Anda bayangkan.

“Memang banyak penelitian yang menemukan bahwa gen dan hormon kenyang-lapar, atau gen yang bertanggung jawab terhadap kecepatan metabolisme berperan dalam terjadinya kegemukan. Tetapi anak Anda tidak terlahir sebagai bayi yang mengalami obesitas bukan?” ujar dr. Grace.

Menurut pakar kami, peran terbesar penyebab kegemukan adalah pola makan dan pola aktivitas fisik. Mungkin saja kegemukan disebabkan oleh penyakit tertentu misalnya kelainan kromosom atau kekurangan hormon lapar kenyang. Pengobatan kortikosteroid jangka panjang juga bisa membuat anak mengalami kenaikan berat badan. Untuk mengesampingkan hal ini, berkonsultasilah dengan dokter anak.

“Kenaikan berat terjadi karena ‘bensin’ yang masuk lebih banyak daripada pemakaiannya. Tubuh ibarat mobil yang selalu menyala mesinnya sepanjang hidup. Meskipun kita tidur, selama 24 jam badan bekerja terus-menerus menggerakkan organ dan sistem tubuh. Untuk dapat bekerja, diperlukan bensin dalam bentuk makanan,” jelas dr. Grace.

Ia menambahkan, saat kita bergerak, beraktivitas dan berolahraga, maka bensin yang dibutuhkan bertambah. “Selama proses tumbuh kembang, kebutuhan anak akan bertambah banyak lagi. Jadi, banyaknya bensin yang dibutuhkan bergantung pada semua faktor tersebut,” ujarnya.

Makanan mengandung “bensin” alias kalori dalam jumlah yang berbeda untuk tiap jenisnya. Bila satuan bensin mobil adalah liter, maka satuan “bensin” pada makanan adalah Kalori. “Kalori tidak dapat dilihat kasat mata dan tidak bergantung pada porsi atau banyak sedikitnya makanan. Misalnya, satu potong pizza mengandung kalori yang sama dengan kira-kira hampir tiga porsi nasi seukuran gelas belimbing, atau 6,5 butir telur ayam negeri,” dr. Grace menguraikan.

Berapa banyaknya makanan yang dibutuhkan oleh seorang anak yang bertumbuh? Jumlah yang baik adalah yang sama persis seperti yang dibutuhkan, seperti dalam rumus ini:

Kebutuhan makanan = Hidup + Gerak + Tumbuh Kembang
Bila bensin yang masuk lebih banyak daripada yang dipakai, maka kelebihannya akan disimpan dan berat badan bertambah. Cukup logis bukan? Jika masih belum paham tentang kalori, Sahabat lightHOUSE bisa mengikuti program lightHOUSE nih. Sudah terbukti 3,5 kali lebih efektif menurunkan berat badan lho!

Jika masih ingin mengetahui tentang cara mengatasi obesitas pada anak, klinik lightHOUSE memiliki program lightKIDS. Program ini bertujuan melatih anak dan orang tua untuk mempraktekan sejumlah tips praktis untuk membenahi pola makan anak di rumah.

Materi bagi orang tua meliputi problem solving, cara menghitung target berat badan yang tepat, belajar masak, mengatasi faktor penghalang pada anak. Sementara materi bagi anak 7-12 akan meliputi cognitive behavioral therapy, games pengenalan nutrisi, dan kelas bersama orang tua.

Program ini dirancang khusus oleh dr. Grace dan ditangani oleh dokter, psikolog, dan ahli gizi. Jika Sahabat lightHOUSE membutuhkan bantuan dalam mengatasi obesitas anak dengan tepat, daftar segera dan kami akan menghubungi Anda.

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2019. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ