fbpx
Appointment
Appointment
Appointment

Jangan Salah, Bisa Kok Tetap Olahraga Saat Puasa

Menurut pakar, olahraga saat berpuasa bukan hal yang tidak mungkin. Justru mereka menyarankan agar orang yang terbiasa berolahraga tidak berhenti saat berpuasa.

Anda juga bisa melakukannya. Mengingat olahraga adalah hal yang penting untuk menjaga kesehatan sehari-hari, berolahraga saat berpuasa tetap dapat dilakukan. Kami pernah menuliskan bahaya berolahraga saat perut kosong. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat berolahraga selama bulan puasa.

1. Perhitungkan kalori yang harus masuk untuk mengimbangi energi yang keluar
Ketika berpuasa, tubuh secara otomatis mengatur pengeluaran energi yang dipakai untuk menjalankan metabolisme. Saat tahu bahwa asupan berkurang ketika jam kelaparan yang panjang, tubuh pun menghemat energi yang dipakai. Karena itu, jika Anda melakukan kegiatan yang membutuhkan energi ekstra seperti berolahraga, dan kalori yang masuk sudah habis, tubuh akan mengambil cadangan di dalam tubuh.

Menurut dr. Grace Judio, MSc, Anda dapat menambahkan makanan yang Anda konsumsi jika ada kegiatan tambahan, seperti berolahraga. “Prinsipnya, energi yang keluar sebanding dengan kalori yang masuk,” jelasnya. Karena itu, olahraga saat berpuasa tetap bisa dilakukan asal energi untuk berolahraga didapat dari tambahan kalori makanan Anda.

2. Tentukan waktu yang tepat
Pilihlah di antara dua, yaitu saat sebelum sahur atau sebelum berbuka, keduanya cukup tiga puluh menit saja. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Berolahraga sebelum sahur tentu enaknya karena perut masih kenyang dan masih bisa minum banyak sehingga terhindar dari dehidrasi. Namun akibatnya, energi Anda tinggal sedikit saat masuk waktu puasa dan mungkin terlalu pagi sehingga waktu tidur semakin berkurang.

Jika berolahraga saat sebelum berbuka, kemungkinan besar olahraga jadi kurang maksimal karena energi yang sangat sedikit dan tubuh sedang dehidrasi. Namun baiknya, saat selesai Anda bisa langsung berbuka, minum dan makan menggantikan energi yang terpakai.

Hindari berolahraga tepat setelah berbuka karena tubuh masih belum menyerap makanan yang masuk dan mengubahnya menjadi energi. Jika memilih berolahraga setelah berbuka, beri jeda 1-2 jam, baru lakukan olahraga. Namun, ini tidak disarankan karena berolahraga sebelum tidur akan mengurangi kualitas tidur Anda, padahal Anda sangat membutuhkan tidur saat berpuasa mengingat jam tidur Anda berkurang untuk sahur.

1. Lokasi dan kondisi terbaik
Pastikan tubuh sedang dalam kondisi baik dan pilihlah lokasi yang tepat, yaitu yang sejuk dan nyaman. Lokasi berolahraga yang panas dan tidak nyaman akan membuat Anda lebih banyak berkeringat sehingga Anda akan lebih cepat dehidrasi. Anda bisa melakukan erobik ringan di gym dengan ruangan berpendingin sehingga keringat tidak banyak keluar.

2. Pilih jenis olahraga yang tepat
Hindari olahraga yang menggunakan banyak gerakan lompatan, seperti tenis, basket, bulutangkis, dan sebagainya. Anda bisa memilih jenis olahraga low impact, seperti jogging ringan, treadmill, sepeda statis, atau senam aerobik ringan. Hindari juga olahraga beban karena olahraga beban membuat tubuh cepat capek dan kelelahan karena banyak menggunakan massa otot. Konsultasikan lebih detil untuk masalah monitor denyut jantung selama berolahraga saat berpuasa dengan ahli kebugaran kami di klinik lightHOUSE.

Untuk menjaga agar tubuh tidak kelelahan setelah berolahraga selama Anda menjalankan puasa, jaga asupan karbohidrat dan cairan tetap cukup. Asupan karbohidrat yang tepat untuk menjaga gula darah dalam tubuh sehingga tidak mudah lemas dan menjaga agar cairan tubuh tidak cepat hilang sangat Anda butuhkan jika Anda aktif berolahraga saat berpuasa.

Jadi, jangan ragu untuk tetap berolahraga saat berpuasa!

Stay Healthy

Get trusted advice from the doctors at lightHOUSE and stay up-to-date.

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2020. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ