Gaya Hidup Sedentary Sebabkan Obesitas

Bekerja dalam ruangan seringkali menuntut kita untuk duduk dalam waktu yang lama. Tanpa sadar, hal tersebut dapat membawa dampak negatif bagi tubuh kita.Merasa sering lelah, stress, dan merasakan sakit di titik-titik tertentu? Hati-hati, mungkin saja kamu sudah terjebak dalam sedentary lifestyle.

Sedentary lifestyle, seperti yang dilansir dari lifespanfitness.com, adalah salah satu gaya hidup dimana seseorang kurang atau tidak melakukan aktivitas fisik. Normalnya, berjalan dalam 10.000 langkah perharinya adalah target yang tepat untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan meminimalisir resiko penyakit. Sedentary lifestyle tidak terpaku pada kebiasaan duduk terlalu lama di kantor. Menonton TV, bermain playstation, duduk di mobil dalam waktu lama, juga merupakan contoh sedentary lifestyle.

Hal yang paling berkontribusi dalam meningkatnya sedentary lifestyle adalah kemajuan teknologi. Dengan kemudahan yang diberikan, banyak kegiatan yang bisa dilakukan dengan bergerak, sekarang bisa dilakukan hanya dengan duduk saja. Misalnya untuk mencapai ke kantor, sebelum menaiki kendaraan umum, kita harus berlari dan mengejar angkutan tersebut. Sekarang, dengan bantuan internet dan smartphone, kita bisa memesan angkutan online baik motor maupun mobil.  Tidak butuh waktu lama, kita dapat segera menuju ke tempat tujuan.

Di balik gaya hidup sedentary, ada bahaya yang mengintai kesehatan kita. Sebuah penelitian menyatakan bahwa gaya hidup sedentary meningkatkan resiko berbagai penyakit seperti :

  • Obesitas
  • Diabetes tipe 2
  • Beberapa tipe kanker
  • Penyakit Kardiovaskular
  • Kematian dini

 

Lalu, Bagaimana Solusinya?

Gaya hidup sedentary seringkali tidak dapat dihindari. Namun jangan khawatir, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menurunkan kemungkinan resiko penyakit-penyakit di atas, seperti :

1. Lebih Banyak Berjalan Kaki

Jika pekerjaanmu menuntut kamu untuk lebih sering duduk, maka pastikan kamu berjalan kaki sebanyak mungkin setelahnya. Untuk kamu pengguna transportasi umum seperti MRT atau TransJakarta, alih-alih menggunakan jasa driver online, kamu bisa mencoba untuk berjalan ke kantor jika jaraknya tidak terlalu jauh dari halte. Jika kamu pengguna mobil, kamu bisa memarkirkan kendaraanmu agak jauh dari pintu masuk, agar ada jarak yang bisa kamu tentu dengan berjalan kaki.

2. Naik Tangga

Keigatan ini tentu akan berat dilakukan jika tempat bekerja anda berada pada lantai 20, misalnya. Tetapi, usahakanlah untuk menggunakan tangga selagi bisa.

3. Melakukan Pekerjaan Rumah

Setelah menghabiskan sebagian besar waktu di kantor saat weekdays, tidak ada salahnya mengerjakan pekerjaan rumah tangga saat weekend. Misalnya dengan menyapu dan mengepel, mencuci mobil, atau berkebun.

4. Bersepeda

Terbiasa berangkat ke tempat kerja menggunakan mobil? Ganti kendaraanmu dengan sepeda! Selain lebih cepat, menggunakan sepeda mempunyai lebih banyak keuntungan dan dapat menghindarkan kita dari resiko obesitas. Saat bersepeda, seseorang dapat membakar 450-750 kalori per jam nya. Angka ini dapat berubah, tergantung berat badan, kecepatan bersepeda, dan waktu bersepeda.

5. Menggunakan Fitness Tracker

Kamu bisa menggunakan aplikasi yang dapat di download di Playstore atau AppStore untuk memastikan jumlah langkah yang kamu lakukan hari itu. Jika dirasa smatphone akan kurang akurat, kamu bisa menggunakan smartwatch. Smartwatch akan menginformasikan berapa langkah kaki yang kamu lakukan, jarak tempuh, bahkan akan memberitahu kamu untuk bergerak jika sudah duduk terlalu lama.

Jika gaya hidup sedentary disertai dengan pola makan yang tidak teratur, semakin besar resiko terjadinya obesitas. Klinik lightHOUSE sebagai pioneer weight loss clinic siap membantu kamu memperbaiki pola makan dan hidup lebih sehat. Pengaturan pola makan dari klinik lightHOUSE sifatnya personalized, dimana program akan disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitasmu sehari-hari. Yuk mulai cegah obesitas bersama klinik lightHOUSE, dengan #DimulaiDariNiat!

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2019. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ