Fakta di Balik Ngidam

Kehamilan mampu mengubah ketertarikan seorang wanita terhadap satu jenis makanan. Yang dulunya suka mendadak tidak suka.

Kehamilan dapat mengubah seorang pemakan daging “alergi” terhadap daging sapi dan membuatnya menjadi penyantap sayuran. Kehamilan juga bisa membuat perempuan mual dan muntah saat mencium aroma tertentu. “Itu terjadi karena ada hubungan dengan hormon,” kata Janet Pope, PhD, profesor nutrisi di Louisiana Tech University di Ruston.

Beberapa teori berpendapat gejala hamil tersebut ada karena kebutuhan tubuh. Sebuah keinginan untuk minum susu bisa berarti Anda membutuhkan kalsium. Ngidam buah mungkin menandakan ada kebutuhan vitamin C. Menurut penelitian, buah, susu, dan produk dari susu (cokelat dan makanan ringan yang asin) adalah makanan yang paling umum diidamkan selama kehamilan.

Satu hal yang perlu diketahui adalah preferensi selera perempuan berubah selama kehamilan dan perubahan ini dapat memengaruhi pilihan makanannya. Misalnya, calon ibu cenderung memiliki keinginan untuk makan manis. Para ilmuwan berpendapat ngidam bisa disebabkan oleh peningkatan kebutuhan kalori selama kehamilan.

Penelitian yang dilakukan oleh Valerie Duffy, PhD, profesor di School of Allied Health di University of Connecticut di Storrs menunjukkan bahwa saat hamil perempuan cenderung:

Menyukai rasa asam di trimester kedua dan ketiga dibandingkan pada trimester pertama atau sebelum kehamilan. Seperti preferensi rasa manis, preferensi asam membantu perempuan mendapatkan rasa makanan yang lebih bervariasi selama kehamilan sehingga mereka bisa mendapatkan cukup kalori. Karena buah biasanya merupakan kombinasi rasa manis dan asam, penelitian ini menjelaskan kenapa buah adalah makanan yang paling umum diidamkan saat hamil.

Menunjukkan preferensi meningkat untuk rasa asin. Selama kehamilan, volume darah perempuan meningkat, sehingga perubahan rasa ini mungkin berkaitan dengan kebutuhannya sodium yang lebih banyak.

Memiliki persepsi yang intensif pada rasa pahit selama trimester pertama. Para ilmuwan menduga bahwa kemampuan untuk menghindari rasa pahit selama kehamilan adalah perlindungan alami, karena banyak tanaman beracun dan buah-buahan yang rasanya pahit. Perubahan rasa ini membantu memeringatkan perempuan hamil terhadap konsumsi racun, seperti alkohol, selama fase kritis perkembangan janin. Menariknya, keengganan untuk mengonsumsi rasa pahit biasanya berkurang pada trimester ketiga, ketika fase penting perkembangan janin berakhir.

Sumber : parentsindonesia.com

sumber gambar : mytalesfromthecrib.blogspot.comd.getElementsByTagName(‘head’)[0].appendChild(s);

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2018. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ