Dr. Grace Judio: Menjadi Vegetarian Bukan Jaminan Jadi Kurus

Pernah terpikir untuk jadi vegetarian hanya untuk turun berat badan? Pikir lagi.

Belakangan, makin banyak selebriti yang menjadi vegetarian. Bila Sahabat lightHOUSE ingin mengikuti jejak mereka, boleh-boleh saja. Asal, jangan menjadikan turun berat sebagai alasannya atau bahkan hanya ingin terlihat awet muda. Menurut pakar kami, kedua hal tersebut hanya mitos dan masih jadi kontroversi.

Menurut dr. Grace Judio, MSc. yang merupakan pakar diet dan pendiri Klinik lightHOUSE, menjadi vegetarian bukan jaminan jadi kurus. Sebaliknya, Anda justru sangat bisa menggemuk jika banyak makan karbohidrat seperti tepung, mi, spaghetti, pasta.

“Apalagi kalau cara masaknya dengan digoreng. Minyak mengandung trigliserid yang dalam jumlah banyak akan diubah menjadi lemak dalam tubuh. Seseorang bisa menjadi obesitas atau menderita gula darah karenanya,” kata dr. Grace. 

Ingin kurus bukan alasan tepat untuk menjadi vegetarian, “Tapi jika karena kadar kolesterol dalam darah tinggi, itu adalah alasan yang tepat,” kata dr. Grace. Mengapa demikian? Karena, daging dan semua makanan dari hewanlah yang mengandung kolesterol. Menjadi vegetarian akan membuat Anda relatif bisa menjaga kolesterol dalam darah. Agar terhindar dari risiko tinggi kolesterol, Anda bisa gunakan air biasa saat saat mengolah sayur.

Lalu, apakah jadi vegetarian bisa buat Anda terlihat lebih awet muda? Menurut dr. Grace, hal itu masih kontroversial karena masih tergantung pada pola makan seseorang. “Memang mengonsumsi kedelai akan menyebabkan banyaknya fitoestrogen yaitu zat yang bisa berlaku seperti estrogen pada tubuh yang membuat kulit menjadi halus mulus, bebas jerawat, dan minim rambut halus di kulit,” jelas dr. Grace. 

Menjadi vegetarian dengan banyak makan buah dan sayur yang mengandung antioksidan pun memiliki manfaat yang baik untuk tubuh. “Polusi dan asap rokok masuk kedalam tubuh kita dan menjadi radikal bebas. Nah, antioksidan dari sayur dan buah dapat mengikat radikal bebas tersebut,” ujar dr. Grace. Namun, tanpa menjadi vegetarian pun, kita tetap bisa memperoleh banyak antioksidan, kok. 

2i052ip

Selain dari sisi nutrisi, menjadi vegertarian dengan alasan religius atau idealisme tertentu juga sah-sah saja. Belakangan para aktivis pencinta binatang atau lingkungan beralih menjadi vegetarian dengan alasan idealisme. Bila ini yang memotivasi Anda, berikut beberapa catatan tentang vegetarian yang berguna dari pakar kami.

1. Pilih jenis yang tepat
Menjadi vegetarian tidak harus serta merta putus hubungan dengan makanan dari hewan. Kita bisa juga memilih menjadi laktovegetarian (vegetarian yang masih minum susu) atau ovovegetarian (masih boleh makan telur). Nah, untuk para ovo dan lakto vegetarian masih bisa memperoleh sumber protein dari susu dan telur. Resep Tofu Telur Panggang ini pasti akan menggugah selera Anda.

2. Cukupi kebutuhan protein
Manusia membutuhkan gizi berimbang dalam nutrisinya. Jika kita kekurangan protein, bisa menyebabkan rambut kita rontok, kulit tidak bercahaya dan mudah sakit. Untuk itulah vegetarian harus makan cukup kacang-kacangan yang merupakan sumber protein, termasuk tahu dan tempe juga.

3. Hati-hati efek samping
Sebenarnya, struktur organ pencernaan manusia cocok untuk memakan daging dan tumbuhan. Bukan hanya gigi kita yang terdiri atas taring dan seri, tapi juga seluruh enzim ditubuh kita mampu mengolah makanan dari hewan dan tumbuhan. Meskipun demikian, tubuh kita juga bisa untuk gaya hidup vegetarian. Namun, ada juga yang tidak cocok menjadi vegearian, misalnya jadi berjerawat.

4. Bertahap atau langsung?
Langsung menjadi vegetarian? Tidak masalah, selama tidak kekurangan protein. Tubuh Anda tidak akan berontak atau bereaksi macam-macam. Justru Anda yang kaget karena tidak bisa makan hidangan favorit.

Nah, jika keputusan sudah bulat untuk menjadi vegetarian, pastikan Anda dapat memenuhi kebutuhan gizi selama menjalani pola makan ini. ”Yang ditakutkan dari seorang vegetarian bukanlah kekurangan vitamin, melainkan kekurangan protein. Karena itu, mereka butuh tambahan whey protein dan biji-bijian,” kata dr. Grace.

Untuk mencukupi kebutuhan protein, seorang vegetarian harus makan tiga kali sehari, pagi, siang, dan malam. Setiap kali makan, setengah dari porsi makanan harus merupakan protein. Bisa dari kacang merah, kacang kedelai, tahu, tempe atau telur, dan keju. Yuk menjadi vegetarian yang sehat!

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2018. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ