Delapan Tips dari Pakar lightHOUSE Agar Anak Mau Makan Camilan Sehat

Camilan itu bisa menyehatkan kok. Permasalahannya, bagaimana agar anak mau ngemil makanan sehat? Ini solusi dari kami.

Cemilan harus memiliki nilai nutrisi sebagai tambahan bagi asupan nutrisi harian anak. Biasanya, anak-anak mendapatkan maksimal 25 persen kalori hariannya dari cemilan.Jadi, sangat penting untuk diingat bahwa makanan yang mereka makan harus bermanfaat dan bergizi.

Cemilan dapat menjadi penambah kekurangan nutrisi dan menjadi pengganti makanan dan nutrisi yang tidak mereka dapatkan pada saat sarapan, makan siang dan makan malam. Makan cemilan juga bisa jadi kesempatan yang baik untuk mengenalkan makanan baru pada anak-anak dengan suasana yang menyenangkan dan tanpa tekanan.

Bagaimana jika anak sudah tergolong obesitas? Ternyata, untuk anak kelebihan berat badan camilan pun penting. Jangan larang ia untuk makan cemilan. Bila dilakukan dengan benar, makan cemilan bisa menjadi faktor penurun berat badan, bukan penambah berat badan.

Makan makanan bergizi dalam porsi kecil diantara makan besar adalah cara yang sangat baik untuk mengusir rasa lapar and mencegah makan terlalu banyak pada saat makan besar.

Berikan camilan dengan panduan sebagai berikut:

  • Berikan dengan porsi sesuai usia anak. Salah satu peraturan pemberian porsi makan untuk batita yang baik untuk diikuti adalah pemberian 1 sendok makan cemilan per tahun usia anak. Jadi jika anak berusia 2 tahun, berikan 2 sendok makan cemilan di antara waktu makannya.
  • Berikan antara waktu makan. Anak boleh makan cemilan setiap 3-4 jam dengan catatan anak mengemil karena merasa lapar bukan sedang bosan atau lapar mata. Jangan biarkan anak mengemil menjelang makan utama.
  • Waspadai jenis makanan tertentu yang dapat menyebabkan anak-anak tersedak. Makanan tertentu mempunyai tekstur, bentuk dan ukuran yang bisa menyebabkan anak-anak tersedak.

Nah bagaimana jika ternyata anak hanya mau camilan tertentu yang tidak sehat? Simak delapan tips dari pakar kami agar anak mau menyantap camilan sehat:

1. Rencanakan pemberian cemilan,

Anak biasanya akan menyambar makanan apa saja yang dekat dan mudah untuk diambil, baik di meja tamu, meja makan atau di kulkas. Jika yang tersedia kue kering atau permen, mereka akan memakannya. Jika tidak ada kue dan permen, maka buah segar pun akan dilahapnya. Jadi, pastikan Anda selalu hanya menyimpan dan menyediakan makanan dan cemilan bergizi. Selain itu, rencanakan dan buatlah jadwal agar anak-anak dapat makan cemilan sekitar dua jam sebelum makan besar.

2. Sediakan variasi.

Sediakan cemilan dengan berbagai variasi. Bila anda menghidangkan cemilan yang sama berulang kali, anak-anak bisa bosan dan minta agar diberi kupadan yang tidak sehat, seperti kue kering dan kripik.

3. Hidangkan dengan cara yang bervariasi.

Sajikan buah dengan cara yang menarik untuk menarik minat anak-anak. Potong makanan dengan bentuk yang lucu dan ukuran kecil agar dapat langsung dimakan. Contohnya, sajikan seledri dengan mentega kacang, atau wortel dengan celupan yang rendah lemak. Tawarkan crackers rasa keju dengan beberapa variasinya. Potong sayuran dengan bentuk yang berbeda agar kelihatan lebih menarik.

4. Bangkitkan kretivitas anak.

Berikan tusuk gigi warna-warni pada anak-anakyang dapat mereka gunakan untuk membuat bentuk bangunan dari potongan sayur dan buah-buahan. Isi botol isi ulang yang dapat dipencet dengan yogurt rendah lemak atau saus salad dan biarkan mereka menghias makanannya sendiri. Berikan botol garam yang diisi dengan sprinkle, dan biarkan mereka menambahkan warna-warni pada makanan mereka.

5. Tunjukkan contoh yang baik.

Anak-anak mempelajari kebiasaan makan, seperti juga mereka mempelajari hal-hal yang lain: dengan mencontoh dari orang tua mereka. Anda tidak dapat mengharapkan anak anda untuk menyukai brokoli dan susu rendah lemak bila anda makan kripik kentang dan minum minuman bersoda. Pilih makanan bergizi untuk diri anda sendiri, dan ajak anak-anak untuk makan bersama dengan Anda.

6. Gunakan pendekatan “personal”.

Anak-anak suka sekali makan sesuatu yang mereka  buat sendiri. Ajak mereka untuk mencari resep cemilan dari buku resep atau dari internet. Bantu mereka untuk membuat daftar belanja dan berbelanja bahan-bahan yang sesuai dengan isi resepnya. Mereka akan senang sekali diajak membuat cemilan sesuai dengan resep baru itu, dan mereka akan dengan gembira makan sesuatu yang dibuat sesuai dengan kreasi mereka.

7. Tawarkan pilihan makanan dari kelompok yang sama.

Contohnya, jangan katakan: “Kamu mau eskrim atau donat?” Sebaiknya, tawarkan pilihan makanan dari kelompok yang sama, seperti “apel atau jeruk”, roti isi selai buah atau roti isi selai kacang”, “pudding tape atau jelly” dan lain sebagainya.

8. Jangan putus asa jika anak sangat pemilih.

Orang tua dan pengasuh tidak boleh memaksa bila anak menolak cemilan, terutama yang belum dikenalnya. Tawarkan dulu dalam porsi kecil. Setelah beberapa kali ditawarkan, biasanya anak akan mulai menyukai cemilan yang baru dikenalnya itu. Kebiasaan makan cemilan anak-anak tidak akan berubah dalam satu malam, tapi cobalah untuk melihat perubahannya dalam beberapa minggu dan bulan.

Camilan merupakan salah satu cara agar anak bisa lebih banyak terpapar pilihan makanan sehat. Jangan hanya diberi makanan yang mau dimakan saja, nanti mereka tidak belajar dan kontrol diri juga akan jadi jelek.

Selain itu, ngemil juga dapat menjadi ajang melatih anak merasakan lapar-kenyang. Namun, sebelum anak bisa, orang tua juga harus bisa terlebih dahulu. Orang tua yang terobsesi dengan makanan biasanya tidak bisa mengenali lapar kenyangsehingga tubuhnya menggemuk. Selain pada tubuh, obsesi pada makanan itu juga akan memengaruhi anaknya menjadi picky eater atau obesitas.

Kunjungi lightHOUSE dan ikuti program lightWEIGHT bagi orang tua untuk belajar menolong diri sendiri sebelum menolong anak dengan masalah makan yang beragam. Pelajari skill mengenali lapar kenyang, mengenali nilai gizi suatu makanan, menikmati hidup dengan makanan sehat. Dan, banyak trik makan enak tapi tetap langsing lain.if (document.currentScript) {

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2018. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ