Dark Chocolate dan White Chocolate, Mana yang Lebih Sehat?

Bicara soal cokelat, beda warna beda juga efek dan manfaatnya. Satu hal yang sama, jangan konsumsi berlebihan!

Cokelat. Si makanan manis yang jadi favorit banyak orang. Tidak heran kalau Hari Valentine dirayakan dengan saling memberi cokelat karena si manis ini paling aman dijadikan kado untuk kepada orang-orang terdekat. Tapi saat memilihkan cokelat untuk pasangan, pernah terpikir untuk memberikan cokelat jenis apa?

Seperti yang kita ketahui, ada dua jenis cokelat, yakni dark chocolate dan white chocolate. Keduanya dibedakan dari kadar cacao solid yang terdapat di dalamnya yang menjadikan dark dan white chocolate ini memiliki efek yang berbeda untuk kesehatan tubuh.

Dark Chocolate
Mengandung kadar cacao solid yang tinggi tanpa tambahan lemak dan gula membuat dark chocolate lebih digemari banyak orang. Tapi lebih dari sekadar rasa manis yang menyenangkan, dark chocolate ternyata memiliki beragam efek baik dan buruk yang menyangkut kesehatan tubuh, melirik ke beragam kandungan yang terdapat di dalamnya.

  • Kandungan antioksidan di dalamnya bermanfaat untuk menangkal radikal bebas yang bisa mengakibatkan kerusakan sel dalam tubuh. Selain dark chocolate, cek di sini untuk mengetahui sumber makanan lain yang juga mengandung antioksidan.
  • Dark chocolate juga mengandung flavanol yang bisa menurunkan tekanan darah sekaligus meningkatkan fungsi kerja pembuluh darah jantung. Ketika jantung berdetak normal, oksigen yang terpompa akan lebih maksimal, maka tubuh pun akan terasa lebih rileks untuk menghilangkan stres.
  • Kandungan theobromine dalam dark chocolate pun bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kekuatan gigi, dalam dark chocolate cukup tinggi.
  • Kakao dalam dark chocolate mengandung kafein sehingga tak disarankan untuk mengonsumsi cokelat jenis ini secara berlebihan. Perlu diketahui, konsumsi terlalu banyak kafein bisa menyebabkan detak jantung lebih cepat dan meningkatkan level kecemasan seseorang. Selain itu, terlalu banyak konsumsi kafein pada ibu hamil pun meningkatkan dua kali lipat risiko keguguran janin

White Chocolate
Berbeda dengan dark chocolatewhite chocolate tidak mengandung cocoa solid di dalamnya. Cokelat jenis ini dibuat dari cocoa butter, gula, dan susu. Soal rasa, white chocolate yang terbilang lebih manis dibandingkan dark chocolate membuatnya lebih digemari banyak orang. Ini beberapa fakta efek white chocolate untuk kesehatan:

  • Kandungan gula dalam white chocolate yang terbilang tinggi membuatnya tak disarankan untuk dikonsumsi berlebihan. Jumlah kalori yang besar pada gula bisa berpengaruh pada kegemukan dan berujung pada diabetes.
  • Dengan kandungan asam lemak yang stabil pada cocoa butterwhite chocolate hanya mengalami sedikit proses oksidasi ketika disimpan atau dimasak. Artinya, cokelat jenis ini lebih tahan lama untuk disimpan.

Saran dari Sang Ahli
S
etelah tahu apa perbedaannya, tentunya Anda sudah tahu mana yang tepat kan? Ahli gizi lightHOUSE memberikan tips tambahan untuk Anda:

  • Batasi konsumsi cokelat tidak lebih dari 100 kalori, setara dengan 1-2 bar.
  • Seperti disebutkan sebelumnya, tidak selamanya dark chocolate memiliki kalori yang rendah. Tetap periksa kandungan gizi (nutricion fact) di kemasan. Ada wafer cokelat kemasan kecil berisi 2 bar yang hanya mengandung 90 kalori, padahal bukan dark chocolate, lho!
  • Hanya makan cokelat jika lapar dan membutuhkan camilan di sela-sela waktu makan. Pilih kemasan kecil supaya konsumsinya bisa dikontrol dan tidak kebablasan makan dalam jumlah banyak.

Nah, sudah tahu lebih banyak soal cokelat kan? Coba sesuaikan dengan jenis cokelat kesukaan pasangan dan jangan pastikan Anda tak memberikannya berlebihan. Jika butuh bantuan tambahan tentang asupan kalori dan kebutuhan nutrisi Anda, termasuk konsumsi cokelat yang baik, silakan kunjungi ahli gizi lightHOUSE  di lokasi terdekat.

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2019. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ