Cukup Beristirahat Bisa Bantu Kendalikan Amarah Di Bulan Ramadhan

Puasa tidak hanya menahan nafsu makan, amarah pun harus dikendalikan. Simak lima tips dari Psikolog lightHOUSE agar sabar Anda selama Ramadhan bertambah.

Selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, selain berusaha menahan haus dan lapar, kita juga diminta untuk berusaha menahan emosi. “Marah adalah salah satu bentuk emosi yang tidak selalu mudah untuk dikendalikan,” ujar Psikolog Anindita Citra, Mpsi.

“Tapi jangan salah lho, marah bukan berarti sesuatu yang salah. Sangat wajar bagi kita untuk merasakan ataupun mengespresikan perasaan yang dialami, termasuk marah. Hanya saja, akan menjadi masalah apabila kita tidak mampu mengendalikannya,” Citra melanjutkan.

Bayangkan bagaimana dampaknya jika Anda sering kali marah-marah di saat puasa? Memang sih, marah tidak menyebabkan batalnya puasa, akan tetapi alangkah sayangnya apabila hal tersebut dapat mengurangi pahala Anda dalam menjalani ibadah.

Berdasarkan penelitian, kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: pola asuh orang tua, pengalaman traumatis di masa lalu, dan temperamen atau gaya perilaku khas seseorang dalam memberikan reaksi.

“Walaupun demikian, bukan berarti kita tidak dapat menentukan sikap dan perilaku berdasarkan target yang ingin dicapai lho,” kata Citra.

Berikut adalah sejumlah tips untuk mengendalikan amarah yang patut untuk dicoba. Yuk, mari kita simak bersama!

1. Istirahat yang cukup
Pernah kah Anda merasa cranky seharian karena malam sebelumnya kurang tidur? Jika jawabannya ya atau bahkan sering, maka Anda perlu memperbaiki kuantitas dan kualitas tidur Anda.

Ketika kita tidur, otak bekerja bak komputer yang sedang mereset ulang programnya. Tujuannya adalah  untuk menghilangkan memori yang tidak penting agar kita tidak overload.

Apabila proses ini tidak berjalan dengan sempurna, maka akan berpengaruh pada kemampuan untuk berpikir jernih dan mengendalikan diri. Itu lah sebabnya mengapa orang yang kurang istirahat menjadi lebih cepat tersinggung dan mudah marah.

2. Menghirup aroma terapi
Terdapat aroma tertentu yang mampu merubah emosi kita dalam sekejap, bahkan terkadang tanpa kita sadari alasannya. Misalkan seperti muncul perasaan tenang dan bahagia ketika mencium aroma minyak telon atau parfum pasangan.

Hal tersebut dikarenakan setiap molekul aroma yang diterima oleh indra penciuman dapat memicu impuls listrik di sistem limbik, yakni bagian di otak yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan memori yang mengandung muatan emosi, mengontrol detak jantung, tekanan darah, pernafasan, memori, kadar stres, dan keseimbangan hormon.

Oleh karena aroma tertentu dapat memberikan efek fisiologis dan psikologis tertentu pada kita, maka Anda dapat menyiapkannya aroma tertentu di dekat Anda sebagai amunisi di kala marah. Beberapa wewangian pilihan untuk relaksasi antara lain lavender, citrus, chamomile, dan sandalwood.

Anda juga bisa menikmati seduhan teh hijau. Selain dari aromanya, kehangatan dan khasiatnya juga baik untuk kesehatan otak.

3. Mendengarkan musik favorit
Musik dapat merangsang sel-sel saraf tertentu di otak sehingga dapat mempengaruhi perasaan seseorang. Oleh karena adanya pengaruh terhadap fisik dan psikologis tersebut, musik sering kali dimanfaatkan sebagai media penyembuhan.

Jenis musik yang biasa digunakan untuk menyeimbangkan emosi adalah musik klasik. Namun demikian, apabila Anda tidak suka mendengar musik klasik tidak perlu dipaksakan kok. Anda tetap bisa mendengarkan jenis musik favorit Anda karena pada dasarnya mendengarkan musik ynag disukai dapat memicu pelepasan hormon dopamin dalam tubuh.

Hormon dopamin merupakan hormon dalam otak yang menimbulkan perasaan senang dan nyaman. Jadi, tunggu apa lagi? Segera pastikan playlist di gadget Anda berisi lagu-lagu andalan.

4. Olahraga secara teratur
Mungkin beberapa orang di antara Anda ada yang sulit mengendalikan emosi ketika sedang marah, sehingga sering kali melontarkan caci maki ataupun melayangkan pukulan dan menimbulkan kerugian. Ketahuilah bahwa tenaga dan emosi yang berlebih tersebut sebenarnya dapat diredam dengan cara menyalurkannya ke kegiatan yang positif.

Bagi Anda yang menyukai tantangan, coba lah mengikuti olahraga yang memacu adrenalin. Selain fokus Anda akan teralihkan dari permasalahan yang sedang dihadapi, otak Anda juga akan memproduksi hormon bahagia (serotonin, dopamin dan endorfin) ketika berolahraga, yang merupakan obat mujarab penyakit hati.

Melakukan olahraga yang dapat meningkatkan kemampuan jantung, seperti aerobik, bersepeda, berenang, jogging dan yoga, juga sangat disarankan agar nantinya seseorang dapat bersikap tidak terlalu reaktif atau meledak-ledak dalam menyikapi suatu masalah. Sebaiknya lakukan menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa agar cairan tubuh yang hilang saat berpuasa tergantikan.

5. Taat menjalankan ibadah atau ritual keagamaan
Ketegangan emosi biasanya terjadi karena seseorang tidak mampu menghadapi dan memecahkan konflik-konflik psikisnya. Dengan menjalankan ibadah secara rutin, maka pelahan-lahan seseorang akan mengalami proses penyembuhan sehingga ketegangan emosinya dapat diredakan dan muncul ketenangan batin.

Hal ini dikarenakan orang yang beribadah, seperti solat dan mengaji, memiliki keyakinan yang kuat bahwa Tuhan akan membantunya dalam mencarikan solusi, memenuhi kebutuhannya dan membebaskan dirinya dari kegelisahan.

Para pakar stres pun menganjurkan bagi orang yang memeluk agama agar menghayati dan mengamalkan ajaran agamanya. Tujuannya tentu saja untuk memperoleh ketenangan. Dengan begitu, seseorang akan mampu berpikir lebih objektif dan mengaktualisasikan potensinya dengan maksimal. Nah, sudahkah Sahabat lightHOUSE beribadah hari ini?

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2018. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ