fbpx
Appointment
Appointment
Appointment

Cara Memilih Camilan yang Tepat Agar Anak Terhindar dari Obesitas

Jenis, waktu pemberian, dan porsi menjadi faktor penentu yang memengaruhi sehat tidaknya camilan anak. Simak paparan pakar kami.

Sebelum mencap ngemil sebagai kebiasaan tidak sehat, cek lagi pengertian camilan yang telat menurut pakar kami Ahli Gizi, Program Manager Klinik lightHOUSE Vera Napitupulu, STP. Jika diberikan dengan tepat, camilan malah bisa sehat.

“Fungsi camilan adalah untuk mengganjal perut bila lapar yang ukuran porsinya bisa lebih kecil dari porsi makan utamanya,” ujar Vera. Jadi, camilan merupakan makanan selingan saja. Camilan diperlukan anak, karena kapasitas perutnya masih kecil. Dengan adanya makanan selingan, asupan gizi anak akan lebih lengkap.

Sedangkan untuk pemberiannya, menurut pakar kami, adalah pada saat perut anak lapar. “Memang tidak mudah untuk mengajarkan tentang lapar dan kenyang kepada anak, karena umumnya pemberian makan anak sudah terjadwal,” ia menerangkan.

Jadi, sah-sah saja memberikan camilan anak diantara waktu makan utamanya, asalkan tidak terlalu dekat jaraknya dan  asalkan juga tidak ada paksaan untuk menghabiskannya. “Paksaan yang terus menerus bisa menimbulkan ketidaknyamanan anak terhadap makanan yang bisa saja berakibat pada gangguan makan,” tambah Vera.

Cara mengajarkan konsep lapar dan kenyang pada anak, yaitu dengan mendengarkan sinyal tubuh nya sendiri bahwa jika perut lapar yaitu perutnya bunyi maka perut harus diisi dengan makanan dan jika tidak lapar berarti perut tidak bunyi maka tidak perlu diisi oleh makanan.

Sambil Anda mengajarkan konsep lapar dan kenyang pada anak, berikan camilan yang bervariasi sekaligus mengenalkan berbagai camilan ke anak Anda. Misalnya yang berbentuk buah-buahan, seperti mix fruit salad, pisang panggang, potongan buah siram yoghurt, sate buah. Atau yang berasal dari kacang-kacangan seperti kacang rebus, edamame, bubur kacang hijau atau yang berbentuk puding seperti puding almond atau camilan berbentuk pastry.

Porsi Makan Anak

Secara keseluruhan, komposisi porsi makan anak adalah sebagai berikut :

  • 4 porsi karbohidrat: roti, biskuit, nasi, kentang, serelaia lainnya.
  • 3 porsi sayur dan buah : jumlah buah dan sayur harus sama banyaknya.
  • 2 porsi protein : ayam, ikan, tahu, telur, daging, susu dan keju
  • 1 porsi gula/ lemak/ makanan tinggi kalori lainnya.

Komposisi makan tersebut sudah termasuk makan utama dan camilan. Dalam hal ini, camilan dibutuhkan anak untuk membantu memenuhi kebutuhan gizinya melalui berbagai variasi makanan ringan.

Selain komposisi tersebut, ada beberapa panduan lain yang dapat Sahabat lightHOUSE ikuti agar kebiasaan ngemil anak tetap baik untuk kesehatan dan bukan malah menyebabkan obesitas.

  • Sayur baiknya dikonsumsi dalam keadaan sudah di masak dan di cuci bersih. Tujuannya adalah untuk mengurangi kotoran, residu pestisida dan mematikan mikroba yang dapat menyebabkan diare atau sakit lainnya. Jika yang dikuatirkan zat gizinya hilang atau rusak karena pemasakan, tentulah tidak hilang atau rusak semuanya, justru memasak sayuran membantu memudahkan proses pencernaan zat gizi yang terkandung di dalam sayuran.
  • Pilih sayur dan buah yang organik atau bebas pestisida. Atau jika tidak, bisa memilih sayuran berlapis-lapis seperti kol, sawi putih, dimana Anda bisa membuang lapisan luarnya.
  • Pengolahan buah dan sayuran tidak terlalu sering dalam bentuk jus. Biasakan anak mengonsumsi buah potong atau sayur sup, bening, tumisan. Ini baik untuk melatih balita mengenal bentuk, tekstur, buah dan sayur.
  • Tentu akan lebih baik jika anak mengkonsumsi snack buatan orangtuanya sendiri karena ada banyak variasi camilan sehat yang pengolahannya mudah. Namun demikian, jika benar-benar tidak ada “waktu” untuk membuatnya, dipersilahkan saja untuk membeli camilan-camilan yang siap makan yang relatif lebih aman, yaitu yang tidak mengandung gula tinggi, garam tinggi dan pengawet. Anda hanya bisa mengetahuinya melalui informasi yang terdapat dikemasan produk makanan tersebut.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan orangtua saat memberikan camilan adalah mengenai rasa. Pada umumnya anak-anak sangat menyukai makanan manis dan gurih. Namun demikian, makanan ini tidaklah baik bagi anak-anak karena biasanya kalori cukup tinggi tetapi hanya bersumber pada gula saja.

“Jika ini dilakukan terus menerus dan menjadi kesukaan anak Anda, maka tidak menutup kemungkinan anak akan mengalami berat badan berlebih atau obesitas dikemudian hari,” Vera menjelaskan.

Obesitas pada anak, bisa menimbulkan gangguan penyakit lainnya. Bisa juga, anak akan mengalami gangguan makan atau menjadi picky eater yang hanya mau mengkonsumsi makanan yang memang tinggu gula dan tinggi garam.

Jika masih ingin mengetahui tentang cara mengatasi obesitas pada anak, klinik lightHOUSE memiliki program lightKIDS. Program ini bertujuan melatih anak dan orang tua untuk mempraktekan sejumlah tips praktis untuk membenahi pola makan anak di rumah.

Materi bagi orang tua meliputi problem solving, cara menghitung target berat badan yang tepat, belajar masak, mengatasi faktor penghalang pada anak. Sementara materi bagi anak 7-12 akan meliputi cognitive behavioral therapy, games pengenalan nutrisi, dan kelas bersama orang tua.

Program ini dirancang khusus oleh dr. Grace dan ditangani oleh dokter, psikolog, dan ahli gizi. Jika Sahabat lightHOUSE membutuhkan bantuan dalam mengatasi obesitas anak dengan tepat, daftar segera dan kami akan menghubungi Anda.

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2021. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ