Berat Badan Stabil Setelah Diet, Apa Rahasianya?

Mempertahankan berat badan setelah diet kerap dianggap lebih sulit daripada menurunkannya. Melenceng sedikit saja dari aturan, berat badan lambat laun kembali naik.

 

Larasaty Aprilia (27 tahun) mengaku pernah mengalami berat badan yoyo semacam itu, berat badannya fluktuatif. Namun, setelah mengikuti kompetisi penurunan berat badan Light Weight Challenge (LWC), pegawai perusahaan distributor ini berhasil menurunkan berat badan sebanyak 18 kilogram dalam tiga bulan.

Menurut Larasaty, kontrol diri adalah kunci penting dalam mempertahankan berat badan. Pendapat itu dikuatkan oleh konsultan penurunan berat badan dan pendiri klinik Lighthouse, dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt. “Ketidakmampuan seseorang mengontrol diri menjadi faktor utama penyebab berat badan naik dan tidak stabil,” kata dr. Grace.

Faktor lain penyebab seseorang sulit menjaga berat badan, lanjut Grace, adalah lingkungan. Sering mengikuti ajakan teman untuk makan bersama, misalnya, bisa menggagalkan program diet yang sudah susah payah dilakoni. “Kita harus tegas dengan komitmen yang sudah dibuat. Jangan sampai mudah menyerah,” ucap dr. Grace.

Meski demikian, mengikuti ajakan makan-makan bersama kawan sah-sah saja dilakukan, asal tetap jeli memilah jenis makanan yang tepat. Ahli gizi klinik lightHOUSE akan siap sedia memberi panduan jenis makanan yang baik untuk menjaga berat badan, seperti:

  1. Batasi olahan gula, minyak, dan tepung.
  2. Pilih lauk rendah lemak seperti daging tanpa lemak, dada ayam tanpa kulit, ikan, dan putih telur.
  3. Pilih pengolahan makanan dengan dibakar, ditumis, dikukus, atau direbus.
  4. Perhatikan selalu jumlah makanan yang dikonsumsi.
  5. Perlu mengetahui kebutuhan kalori dalam sehari dan jumlah kalori yang sudah dikonsumsi.

 

Baca juga: Relaksasi Untuk Kuatkan Kontrol Diri Menghadapi Godaan Makanan 

 

Kontrol diri
Seperti kata Larasaty dan penguatan dr. Grace, kontrol diri untuk menjaga berat badan memang jadi kunci utama. Namun, hal ini memang tak mudah dilakukan oleh sebagian orang. Psikolog klinik penurunan berat badan Lightouse, Tara Adisti de Thouars mengungkapkan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kontrol diri. Hanya makan dalam keadaan lapar, salah satunya.

Dia pun mengingatkan, jangan mengonsumsi makanan ketika tidak lapar. Makan sebaiknya bertujuan memuaskan perut, bukan lidah. “Bila tetap makan padahal sedang kenyang, tandanya Anda lebih menuruti nafsu ketimbang pikiran rasional,” kata Tara. Selain itu, kualitas makan perlu lebih diutamakan daripada kuantitas.

Tara menyarankan makan dilakukan perlahan dan porsi yang dinikmati pun wajar. “Caranya, kunyah (makanan) secara perlahan dan cermati rasa yang ada di mulut. Jika tujuan kita adalah menikmati makanan, kecenderungan untuk menambah porsi makan akan lebih rendah,” ucap Tara. Ia menambahkan, kebiasaan menggabungkan makan dengan aktivitas lain–seperti membaca atau menonton televisi–sebaiknya tidak dilakukan. Seseorang tak akan fokus makan dan menikmati makanannya ketika dilakukan bersamaan dengan kegiatan lain.

Larasaty juga memberikan poin penting lain yang bisa diingat untuk sukses mempertahankan berat badan. “Ingat kembali perjuangan ketika mulai menurunkan berat badan!” sebut dia. Selamat menjaga berat badan ideal! Dengan pendampingan para pakar, kontrol berat badan akan lebih mudah lho…

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2019. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ