Bagaimana Mengenali Ciri-ciri Penderita Gangguan Makan

Gangguan makan adalah kondisi psikologis yang membuat mereka yang menderitanya mengalami makan berlebihan, kelaparan sukarela, atau keduanya. Gangguan makan yang paling terkenal mungkin anoreksia nervosa, bulimia anoreksia, dan Binge Eating Disorder.

Mereka yang terkena gangguan makan seringkali terlihat memilih makan makanan tertentu, biasanya rendah lemak dan kalori, melakukan ritual tertentu sebelum makan, seperti memotong makanan jadi kecil-kecil atau meludahkan makanan setelah mengunyah.

Gangguan makan seringkali menyerang mereka yang terobsesi untuk memiliki berat badan ideal. Terpengaruh tayangan iklan, memiliki tubuh ramping bagai super model adalah impian mayoritas orang saat ini. Padahal, tubuh langsing bukan jaminan bahwa fisik kita sehat dan kuat. Selain itu tak sedikit pula di antara kita yang menjalani pola hidup tidak sehat dan minim bergerak sehingga sulit mencapai berat badan ideal.

Tidak hanya pada orang dewasa, gangguan makan juga sering menyerang anak-anak. Kurangnya perhatian orang tua dalam mengatur pola makan membuat makan anak tidak beraturan. Agar anak terhindar dari gangguan makan, Anda sebagai orang tua harus lebih aktif dalam memerhatikan pola makan anak. Berikan pemahaman kepada anak betapa pentingnya makan sayur-sayuran, hindari fast food, tidur tepat waktu dan minum air putih sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Bahaya Kontrol Diri Buruk, Penyebab Diet Sering Gagal

Gangguan makan seringkali menyebabkan kondisi badan yang kurus dan berat badan yang berada di bawah normal. Hal ini tentunya disebabkan oleh sifat takut gemuk dan terus-menerus ingin menjadi lebih kurus lagi, citra tubuh yang terdistrosi, ketakutan ketika mengalami kenaikan berat badan dan pola makan yang tidak pada umumnya. Gejala ini terjadi pada mereka yang mengalami gangguan makan jenis Anorexia Nervosa. Mereka yang menderita anorexia berpikir mereka kelebihan berat badan meskipun mereka sebenarnya tidak berada dalam kisaran normal berat badan.

Tidak hanya mereka yang menderita Anorexia Nervosa, pada penderita gangguan makan jenis Bulimia Nervosa juga mengalami bentuk fisik tubuh yang sama. Mereka yang menderita bulimia sering merasa mereka tidak dapat mengendalikan nafsu makan dengan baik. Kebiasaan makan dengan porsi besar ini kemudian dihentikan dengan jenis perilaku penderita bulimia, di mana mereka percaya harus mengeluarkan makanan yang telah mereka makan. Hal ini sering disebut dengan fase pembersihan dan meliputi memuntahkan kembali makanan, olahraga yang berlebihan, puasa, atau penggunaan obat penurun lemak tubuh, tidak seperti penderita anorexia nervosa, penderita bulimia dapat mengalami penurunan berat badan secara drastis, jauh dari kisaran berat badan normal. Penderita bulimia takut jika mengalami kenaikan berat badan, keinginan kuat untuk menurunkan berat badan, dan merasa sangat tidak puas dengan bentuk tubuh dan ukuran badan.

Cek apakah Anda menderita angguan makan

Tapi tahukah Anda, tidak selamanya gangguan makan menyebabkan kondisi badan yang kurus. Gangguan makan dengan jenis Binge eating disorder malah sebaliknya, gangguan makan jenis ini justru membuat ukuran tubuh yang membesar atau kegemukan.

Baca Juga: Waspada: Gangguan Makan Ternyata Termasuk Gangguan Mental

Binge eating disorder ditandai dengan makan dalam jumlah yang banyak dan merasa tidak punya kekuatan untuk berhenti makan. Orang yang melakukan binge eating biasanya makan terus dalam waktu dua jam, tapi ada juga yang makan seharian. Mereka makan walaupun tidak lapar dan terus makan sampai benar-benar kenyang. Mereka makan dengan cepat sampai tidak bisa merasakan apa yang mereka makan. Orang yang menderita binge eating biasanya sedang berjuang dengan perasaan bersalah, jijik, dan depresi. Mereka khawatir mengenai pola makan mereka akan memengaruhi tubuh. Mereka ingin sekali berhenti makan tapi mereka tidak bisa.

Jika seseorang dinyatakan positif menderita gangguan makan, maka risiko serangan berbagai jenis penyakit, mulai dari anemia (kekurangan sel darah merah), gangguan pencernaan, osteoporosis (tulang keropos), gigi lekas tanggal, tekanan darah tinggi, diabetes, hingga penyakit gagal jantung atau bahkan kerusakan otak tidak dapat dihindari.

Kabar baiknya, gangguan makan bisa diatasi dengan melibatkan dukungan dari psikolog, ahli nutrisi, serta keluarga dekat. Jika masalah psikis yang menjadi sumber munculnya gangguan makan bisa diatasi dengan baik, maka selanjutnya giliran pakar nutrisi turun tangan untuk membantu menerapkan pola makan sehat. Terakhir yang tidak kalah penting adalah dukungan dari keluarga dan orang terdekat untuk membantu menguatkan motivasi. Dengan komitmen yang kuat, maka kesembuhan yang diinginkan akan cepat tercapai.

Baca Juga: Cara Memilih Camilan yang Tepat Agar Anak Terhindar dari Obesitas

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2018. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ