Pendapat Pakar lightHOUSE Tentang Apa yang Perlu Diwaspadai dari Makanan Kedaluwarsa

Hari ini ramai beredar berita mengenai bahaya makanan kedaluwarsa. Topik tersebut terkait dengan maraknya isu mengenai sebuah restoran waralaba yang diduga pernah menggunakan bahan pangan kedaluwarsa. Dugaan tersebut telah dibantah oleh pemilik restoran. Namun, isu ini bisa dijadikan pengingat agar kita tetap waspada dengan produk makanan kedaluwarsa.

Menurut pakar dari weight control center lightHOUSE Indonesia, ada beberapa hal yang perlu dipahami terlebih dahulu mengenai pengertian kedaluwarsa. “Ada beberapa pemahaman yang perlu disamakan jika berbicara tentang kedaluwarsa,” kata pakar diet dan ahli fisiologi dr. Grace Judio-Kahl, MSc, HM. CHt, dari klinik lightHOUSE Indonesia.

“Perlu dipahami dulu mengenai tanggal kadaluawasa. Biasanya tanggal ini berdasarkan jangka waktu yang ditetapkan oleh produsen sebagai antisipasi penurunan kualitas makanan atau minuman yang diproduksinya,” pendiri klinik lightHOUSE itu menjelaskan. Ia melanjutkan, dalam menetepkan Expired Date (ED), suatu produsen biasanya sudah melakukan serangkain tes, melihat dari perubahan fisik, bau, dan dari jumlah bakteri yang tumbuh.

“Produsen akan mengambil tanggal atau menetapkan jangka waktu sebelum batas maksimal,” ujar dr. Grace. Ia mencontohkan, misalnya jika ditemukan kualitas akan buruk sekali pada tahun kedua, maka mereka akan memilih ED pada tahun pertama saja sejak tanggal produksi.

Baca Juga: Sebelas Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Diet

Efek Makanan Kedaluwarsa

Ia menekankan, bila kualitas makanan/minuman sudah jelek sekali, efeknya akan terjadi saat itu juga. “Hal yang paling dikhawatirkan dari makanan kedaluwarsa adalah pertumbuhan bakteri. Bakteri dalam makanan kedaluwarsa bisa menimbulkan efek seperti keracunan makanan, yaitu diare, deman, kejang, muntah,” kata dr. Grace. Ia mengingatkan kalau efeknya tergantung dari bakteri yang tumbuh.

“Efek tersebut biasanya terjadi di hari yang sama. Atau di esok harinya jika konsumsi makanan atau minuman kedaluwarsa itu dilakukan pada malam hari,” ia menjelaskan. Menurut dr. Grace, kalau dari bentuk fisik makanan masih baik, tidak ada bau, itu biasanya kualitas masih baik. Hal ini mengingat sudah ada antipasi produsen dengan mengambil jeda waktu yang lebih singkat dari durasi pertumbuhan bakteri pada makanan. Pada hari ED biasanya kualitas belum meburuk. Setelah ED kualitas memang sudah tidak dijamin oleh produsen, tapi belum tentu beracun.

Ia menambahkan, pas tangal kedaluwarsa sebenarnya kualitas measih dijamin oleh produsen. Di luar tanggal itu kualitas sudah memburu atau tidak dijamin lagi. “Buruk dalam arti ada perubahan warna, kerenyahan berkurang, atau makanan makin kering,” ujarnya. Sebaiknya lightBUDDY memperhatikan perubahan-perubahan tersebut juga ingin mengecek makanan/minuman yang akan dikonsumsi. Yang harus dicatat adalah, kalau sudah ada perubahan rasa biasanya sudah ada pertumbuhan bakteri. Ini yang bisa berefek pada kesehatan tubuh.

Baca Juga: Mengapa Diet Mayo yang Populer Saat Ini Salah?

Pengertian Best Before

Perlu dipahami juga tentang perbedaan istilah Best Before dan Expired Date. Best before, menurut dr. Grace merupakan tanggal yang menunjukkan kualitas paling prima. Kualitas terbaik dari makanan/minuman adalah sebelum tanggal tersebut. Namun, setelah best bisa saja good, dan belum belum tentu bad. Penentuan tanggal ini berbeda-beda pada setiap produsen. Setelah satu bulan tujuh hari setelah itu best before atau expired date belum tentu juga bakteri tumbuh.

Setelah tanggal best before atau expired date selain perubahan bentuk, bau, dan warna, kadar nutrisi juga bisa berkurasng. Misalnya karena makanan/minuman mengering. Jika dalam makanan/minuman ada vitamin-vitamin yang larut air bisa ikut menguap bersama air. Selain itu kandungan protein sudah degradasi atau kualitasnya menurun.

Selain itu, bakteri akan menggunakan protein dan karbohodrat sebagai makananya. Ini yang menyebabkan timbul gas. Efek gas tersebut membuat kemasan makanan/minuman jadi melembung, atau bisa juga keluar buih, busa, dan perubahan rasa seperti alkohol.

Jadi, tidak perlu khawatir jika konsumsi makanan sudah berlangsung lebih dari 2-3 hari, atau bahkan seminggu. Jika tidak ada gejala gangguan kesehatan apapun, berarti memang makanan/minuman tersebut aman. Sekali lagi ditekankan, efek makanan kedaluwarsa akan terjadi pada saat itu juga. Gejalanya seperti keracunan makanan, mual, muntah, diare, kejang, demam.

Baca Juga: Diet Sehat Dengan Daging Panggang Madu

“Jika  tidak terjadi apa-apa di hari itu atau keesokan harinya, berarti kemungkinan makanan/minumannya belum ada perkembangan bakteri dan masih aman dikonsumsi,” dr. Grace menjelaskan. Bila muncul gejalan-gejala keracunan akibat makanan kedaluwarsa, penangan medis bisa dilakukan saat itu juga disesuaikan dengan gejalanya.

} else {

PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2019. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ