fbpx

Anak Susah Makan? Begini Cara Tepat Menyiasatinya

Si kecil yang sulit makan atau picky eating adalah salah satu tantangan terberat yang seringkali dihadapi para orang tua. Seringkali kita sebagai orang tua akan merasa panik ketika buah hati mulai menolak untuk diberi makanan. Beragam sugesti buruk pun seringkali menghantui pikiran ketika si kecil menolak makan. “Bagaimana jika ia kekurangan gizi, bagaimana jika ia sakit karena kurang asupan makanan, dan berbagai pikiran buruk lainnya.

Mesti sudah mencoba beragam cara untuk merayu agar buah hati mau mengkonsumsi makanan yang diolah, tetap saja makanan tersebut tidak disentuh olehnya. Dalam kondisi ini sebaiknya kita selaku para orang tua tidak gampang putus asa. Justru hal ini dijadikan tantangan untuk berkreasi menyusun menu bervariasi serta cara makan yang berbeda.

Jika dilihat dari kebiasaanya, picky eating dapat dikelompokan menjadi beberapa jenis. Salah satu cara mengatasi buah hati yang susah makan adalah mengetahui jenisnya dan mencari strategi yang tepat agar ia tetap mau makan makanan yang sehat. Dengan begitu proses tumbuh-kembangnya tidak akan terganggu.

Jenis-jenis Picky Eating

1. Sensory Responder

Buah hati yang termasuk sensory responder memiliki kesukaan dan ketidaksukaan pada makanan berdasarkan kualitas dari sensori makanan tersebut. Jadi, rasa, tekstur dan aroma makanan merupakan hal yang sangat penting baginya. Sensory responden cenderung memilih makanan dengan tekstur keras, crunchy, serta manis/asin. Mereka tidak suka dengan makanan benyek layaknya bubur. Menurut dan pendiri klinik lightHOUSE Indonesia, dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, tipe ini memiliki tendensi menyukai makanan yang digoreng atau dibalut tepung. Semua inginnya dibalut tepung dan renyah.

Beberapa anak juga tidak menyukai makanan dengan bau tajam atau menyengkat seperti makanan yang menggunakan bumbu bawang putih. Ciri lain dari sensory responder adalah menolak makanan dengan rasa hambar cenderung pahit seperti brokoli. Ia juga tidak menyukai makanan yang dicampur dan sangat memilih bagaimana makanannya disajikan.

Baca Juga: Gejala Obesitas dan Beberapa Dampak buruk Obesitas bagi Anak

Tips menghadapi anak Sensory Responder

  • Jika tidak penting, tidak perlu dilawan
    Berkompromi dengan si kecil merupakan cara efektif dan paling mudah dibandingkan kita harus memaksakan si kecil untuk tetap makan. Jika buah hati mempunyai alasan yang jelas mengapa ia tidak mau mengkonsumi makanan yg diberikan, setujui saja. Jika tidak terlalu penting, jangan dilawan. Namun dari sisi lain sebagai orang tua Anda harus pandai menyiasati dan menjadi lebih kreatif. Misalnya, jika anak hanya menyukai nugget, siasati dengan memberi sedikit parutan wortel atau tahu dalam nuggetnya.
  • Berikan Pengertian
    Sejak usia 2 tahun si kecil sudah bisa diberikan pengertian mengenai fungsi makanan bagi tubuh. Misalnya, karbohidrat berfungsi memberikan tenaga, katakan kepada si kecil “jika tidak makan nasi atau mi, kamu bisa lemas karena tidak memiliki tenaga. Kalau lemas kamu jadi tidak bisa bermain dengan teman-teman!”.
  • Menu Fleksibel
    Menurut dr. Grace, kunci pemberian makan untuk anak picky eater adalah menu yang fleksibel, namun tetap memperhatikan gizi sesuai piramida makanan. Cara mudahnya adalah, makanan tersebut harus mengandung 3 komponen yaitu vitamin dan mineral, karbohidrat serta protein.
  • Memasak Pintar
    Selain kreatif. sebagai orang tua kita juga harus pintar mengatur strategi, salah satunya dengan cara memasak pintar. Contoh cara memasak pintar adalah dengan cara menyajikan spaghetti bolongnese bagi sensory responder yang cenderung suka makanan crunchy, coba buat dagingnya sedikit krispi. Jika si kecil tidak menyukai daging merah, Anda dapat menggunakan daging ayam. Jika ia tidak menyukai tomat, tak perlu manggantinya dengan saus tomat, cukup ganti saja dengan potongan sayur lain yang ia suka misalnya wortel.

2. Preferential Eater

Jika memiliki anak dengan tipe preferential eater di rumah, pastikan Anda memasak makanan yang sama untuknya setiap hari. Anak-anak yang merupakan preferential eater menyukai makanan tertentu saja dan menolak mencoba makanan baru. Biasanya, anak dengan preferential eater juga tidak mau mengkonsumsi makanan dengan berbagai bahan dicampur menjadi satu, misalnya sup.

Jika ia menyukai makaroni dan keju, ia akan meminta menu ini untuk sarapan, makan siang, dan malam malam. Ia juga cenderung memilih 1 grup makanan saja, misalnya fanatik terhadap ayam atau sangat menyukai pasta. Yang terpenting bagi preferential eater adalah diperkenalkan dengan berbagai jenis makanan baru.

Baca Juga: Hal-hal yang Dapat Menyebabkan Obesitas pada Anak

Tips menghadapi anak Preferential Eater

  • One Bite Rule
    Ajarkan si kecil untuk tidak menghakimi pada pandangan pertama, apapun itu dari makanan hingga orang lain. Contohnya pada si kecil dengan mengatakan “Ketika melihat mainan itu, kamu tidak suka kan? tapi sekarang kamu malah memainkannya terus”. Atau sebutkan “Teman yang tadinya kamu bilang jahat ternyata baik kan? Karenanya jangan bilang tidak suka kalau belum mencoba makanannya”. Ajak si kecil untuk mencoba makanan baru hanya 1 gigitan saja. Peraturannya adalah jika rasanya tidak enak ia boleh menolaknya, jika rasanya biasa saja ia harus menelannya, dan  jika rasaya enak tentu saja ia boleh mengambil lagi.
  • Berikan Pilihan
    Tujuan jangka panjang kita sebagai orang tua adalah mendidik anak yang memiliki pola makan sehat, Karenannya jangan pasrah dngan pilihan makanan si kecil. Coba perluas pengetahuannya akan bahan makanan dengan memperkenalkan berbagai jenis makanan. Letakkan berbagai bahan makanan didepan si kecil dan biarkan ia memilih apa yang ia sukai dan tidak.
  • Menjadi Role Model
    Ketika Anda makan, Anda juga memberikan contoh kepada si kecil. Hal ini sangat penting bagi preferential eater. Semakin ia melihat Anda memakan sesuatu, semakin ia familiar dengan makanan tersebut. Jadi, jika Anda ingin si kecil mudah makan apa saja, mulailah dari diri sendiri. Jangan lupa untuk melibatkan si kecil untuk beberapa kegiatan seperti membantu Anda memasak di dapur dan menyiapkan makanan agar ia familiar dengan banyak makanan. Minta si kecil melakukan hal-hal yang mudah seperti mencuci tomat atau mengambil bawang.

3. General Perfectionist

Jika si kecil sangat spesifik mengenai apa yang ia makan, bagaimana cara makannya, ia termasuk tipe general perfectionist. Ini umum dialami banyak anak dan mencakup banyak perilaku yang berhubungan dengan makan. Seperti sensory responder dan preferential eater, general perfectionist biasanya menolak beragam jenis makanan. Mereka tidak mau mengkonsumsi makanan dengan tekstur tertentu. Mereka juga bisa menjadi sangat pemilih mengenai apa yang diletakkan di atas piring.

Baca Juga: Penangan Anak Obesitas di Indonesia Belum Menyeluruh

Tips menghadapi anak General Perfectionist

  • Kenalkan dengan beragam bentuk makanan
    Masaklah 1 jenis makanan yang disukai si kecil dengan 2-3 penyajian yang berbeda dan sajikan kepada si kecil dalam waktu bersamaan. Misalnya, jika ia menyukai wortel, sajikan wortel kukus, pure wortel dan wortel yang dipanggang berbentuk stik.
  • Melibatkan si Kecil
    Anda bisa memperkenalkan si kecil dengan beragam jenis makanan dan memberinya kontrol terhadap apa yang dimakan dengan cara melibatkannya ketika memasak atau menyiapkan makanan.
  • Membuat makanan lembut
    Anak jenis ini biasanya suka dengan makanan lembut. Jadi pastikan Anda menyajikannya dengan cara seperti itu. Misal: ketika membuat spaghetti bolognese pastikan saus dan dagingnya diblender hingga lembut. Mereka juga biasanya suka makanan dengan rasa manis.

4. Behavioral Responder

Kebanyakan picky eater rewel mengenai jenis makanan yang mereka dapatkan. Namun, berbeda dengan behavioral responder. Yang sulit dihadapi anak jenis ini adalah membuat mereka duduk manis untuk makan. Apakah ia menolak ketika waktu makan, lalu menangis dan memilih untuk melakukan hal lain seperti bermain? Dan ketika akhirnya Anda berhasil membuatnya duduk, ia melihat makananya dengan tatapan kosong dan tidak tertarik?

Anak bertipe behavioral responder memiliki kebiasaan makan yang sama sekali tidak berhubungan dengan pilihan makanan. Dokter Grace mengatakan anak jenis ini menggunakan makanan sebagai caranya untuk mengontrol. Kemungkinan ia juga tidak tertarik dengan kegiatan makan dan lebih memilih untuk bermain. Ya, anak behavioral responder biasanya memiliki rutinitas tertentu ketika makan. Jika si kecil hanya mau makan sambil menonton kartun, maka ia termasuk tipe ini.

Baca Juga: Cara Memilih Camilan yang Tepat Agar Anak Terhindar dari Obesitas

Tips menghadapi anak Behavioral Responder

  • Jangan Terlalu Khawatir
    Salah satu cara saat menghadapi berbagai jenis picky eater adalah berpikif positif. Kadang kita selaku para orag tua terlalu khawatir kalau picky eating akan membuatnya kekurangan nutrisi, namun sebenarnya hal ini juga jarang terjadi. Yang terpenting adalah orangtua percaya bahwa pemberian makanan sehat sangatlah penting. Orangtua juga perlu memiliki kontrol diri yang baik, misalnya jangan terburu buru memberi anak makanan yang tidak sehat hanya untuk menyenangkannya.
  • Memberikan Kontrol
    Behavioral responder juga memerlukan kontrol terhadap makanannya. Oleh karena itu, berikan si kecil pilihan makanan apa yang ia inginkan, namun tidak untuk dibebaskan. Berikan pilihan tegas misalnya antara 3 makanan yang ia mau. Hal tersebut akan membuat ia merasa memiliki kontrol, namun tidak membuat Anda kalah.
  • Program 1 Keluarga
    Ketidakonsistenan merupakan masalah besar bagi picky eater. Oleh karena itu, dalam pemberian makan dan mengenalkan makanan baru Anda dan pihak lain yang terlibat seperti kakek-nenek atau pengasuh harus memiliki pandangan dan aturan yang sama untuk si kecil.
PT Shape Up Indonesia - Copyright © 2020. All Rights Reserved.
Developed byPetrus Andre
FAQ