Pentingnya Dukungan Pasangan Saat Berdiet - LightHOUSE Indonesia

Pentingnya Dukungan Pasangan Saat Berdiet

dukungan pasangan saat diet

Ada lima hal yang menyebabkan kegagalan dalam program penurunan berat badan. Kurangnya dukungan dari pasangan menjadi salah satu faktor yang membuat diet gagal. Padahal memberikan dukungan bisa jadi cara menunjukkan kasih sayang yang paling efektif kepada pasangan, lho!

 

Pendiri klinik lightHOUSE Indonesia dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt. sudah berpengalaman menangani pasien dengan masalah berat badan lebih dari 12 tahun. Menurut konsultan penurunan berat badan ini, ada lima hal yang menyebabkan gagal diet. Bila dibedakan empat hal berasal dari diri sendiri, dan hanya satu hal yang datang dari orang lain.

Empat penyebab diet gagal yang datang dari diri sendiri adalah: 1) Kurangnya tujuan dan motivasi; 2) Kurangnya pengetahuan akan program yang baik dan benar; 3) Memiliki problem psikologis yang menjadi akar masalah; dan 4) Memiliki problem kesehatan yang mengganggu berat badan.

Satu hal penting yang memiliki pengaruh dalam kegagalan diet adalah tidak ada bimbingan dan support dari sekitarnya. “Dukungan dari pasangan atau orang terdekat, penting dalam menentukan sukses tidaknya program diet,” ujar dr. Grace.

Ungkapan rasa sayang dalam bentuk dukungan saat berdiet inilah yang dirasakan oleh dua orang pemenang lightWEIGHT Challenge. Irvan Prasetyo, Karyawan Swasta yang menjadi Pemenang Kedua lightWEIGHT Challenge 2015, selama menjalani kompetisi penurunan berat badan di klinik lightHOUSE Indonesia, mendapat dukungan penuh dari istrinya. “Istri selalu menyiapkan bekal makanan sehat untuk saya bawa ke kantor,” ia mengenang.

Hasilnya tampak benar pada Irvan. Ia berhasil menurunkan berat badan dari 108kg menjadi 82kg dalam 12 minggu. Dia tidak menyangka kalau ternyata bisa melewati proses-proses ini. “Dalam dua bulan pertama, ukuran badanku menjadi large, sebelumnya dari triple extra large,” kata Irvan.

 

Pemenang LWC 2016-07

Demi Pasangan

Beda lagi cerita dari Junita Simamora, Store Manager yang menjadi Pemenang Kedua lightWEIGHT Challenge 2016. Ia mencapai penurunan berat badan hingga 25% dari berat badan awal. Berhasil menurunkan lebih dari 25 kg tidaklah mudah. Apalagi tanpa dukungan orang-orang terdekat.

Junita mengaku, motivasi awal saat mengikuti LWC adalah ingin membuktikan diri kepada keluarga pasangannya kalau dia bisa berubah menjadi lebih baik. “Selain itu saya juga ingin pasangan saya bangga memiliki saya. Hingga sekarang motivasi saya tetap sama, namun bertambah seiring berjalannya waktu saya ingin lebih mengkualitaskan diri saya dalam segala hal,” ujar Junita.

Motivasi Junita berbalas dengan dukungan dari pasangannya. Bahkan, dengan ikut menjalani diet sehat bersama, pasangan Junita yang tadinya tampak kurus dan kurang berisi jadi lebih ideal BMI-nya. Memang jika lightBUDDY bisa menjalani makan sehat, berat badan akan mengikuti menjadi normal, tidak underweight ataupun overweight, apalagi obesitas.

 

Pendampingan Pakar

Bukan hanya dari orang-orang terdekat, dukungan dan bimbingan juga harus datang dari pakarnya. “Jarang ada orang yang tidak tahu pola makan yang benar jika mau berat badan turun. Orang tahu, jika mau langsing tidak boleh makan gorengan, manis-manis, ngemil terlalu banyak, dan harus menyantap makanan yang sehat. Hanya saja, mereka susah melakukan itu dan bingung harus mulai dari mana,” kata dr. Grace tentang kondisi yang kerap dialami pasien-pasien dengan masalah berat badan.

Dalam hal pendampingan pakar iniah lightHOUSE Indonesia memiliki peranan besar. Junita sangat terbantu dengan pendampingan pakar yang diberikan klinik lightHOUSE Indonesia. Ahli gizi lightHOUSE tidak hanya bertugas sebagai konsultan pola makan, tapi mereka juga bertindak sebagai mentor yang mengingatkan dan memotivasi.

“Rasanya setiap minggu datang untuk konsultasi seperti rindu ingin kerumah sendiri. Program bertemu dengan ahli gizi, dokter gizi, dan psikolog semua sangat membantu saya dalam menjalani tahap demi tahap proses penurunan berat badan saya,” Junita berbagi pengalamannya.

Junita menyadari, sebagian orang bisa membatasi makanan dan berolahraga sendiri, sebagian lagi tidak. Bagi yang merasa tidak bisa melakukannya, Junita mengingatkan, “Melawan arus akan lebih sulit daripada berenang sesuai arus. Bergaul dengan komunitas peduli kesehatan akan memantapkan semangat Anda.”

Dengan kata ia mengingatkan lightBUDDY untuk mendapatkan pertolongan jika memiliki masalah dengan berat badan. Ia menyarankan untuk berkonsultasilah kepada dokter, ahli gizi, psikolog di pusat penurunan berat badan yang komprenhensif sehingga dapat membantu memecahkan masalah secara keseluruhan.

Konsultasi GRATIS