4 Hal Yang Menyebabkan Berat Badan Naik di Bulan Ramadan

4 Hal Yang Menyebabkan Berat Badan Naik di Bulan Ramadan

Kunci Utama dalam Berdiet: Membedakan Lapar Kenyang

 

Diet sambil menjalankan ibadah puasa, mungkin kamu salah satu orang yang melakukan trik ini selama bulan suci Ramadhan. Kebanyakan orang memang memanfaatkan momen ibadah puasa untuk sekaligus menjalankan misi diet.

Sayangnya, menurunkan berat badan di bulan Ramadhan sepertinya menjadi hal yang cukup susah bagi sebagian orang terutama mereka yang lapar mata. Banyaknya jajanan berbuka puasa yang tersedia hampir di semua tempat seringkali membuat kita kalap dalam membeli menu berbuka. Berpuasa bukannya menurunkan berat badan, malah yang terjadi sebaliknya berat badan bertambah naik karena kurangnya kontrol diri.

Nah agar diet kamu bisa berhasil, kamu harus mengetahui beberapa hal yang menjadi penyebab berat badan naik di bulan Ramadhan. Berikut adalah 5 hal penyebab utama berat badan naik di bulan Ramadhan.

Penurunan aktivitas fisik

Saat berpuasa, tidak dipungkiri jika tubuh jadi mudah lemas saat melakukan aktivitas. Hal ini menyebabkan  kita jadi malas untuk melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Belum lagi, hawa ngantuk yang sering melanda jadi membuat waktu tidur juga bertambah di siang hari.

Jika kita mengonsumsi kalori yang berlebih selama makan sahur, maka kalori berlebih tersebut akan tersimpan dan meningkatkan berat badan. Namun, dengan aktivitas fisik yang seimbang kalori berlebih akan dimetabolisme sehingga mengurangi kalori yang tersimpan. Itu sebabnya, selama puasa kita juga perlu untuk melakukan aktivitas fisik yang memungkinkan untuk tetap bergerak.

Makan berlebihan saat berbuka

Setelah menahan lapar dan haus sepanjang hari, seringkali kita kalap dalam menyantap makanan saat berbuka puasa. Belum lagi sifat lapar mata yang membuat kita memborong berbagai jajanan berbuka puasa. Bukan turun berat badan selama puasa, yang terjadi malah sebaliknya, berat badan justru bertambah naik.

Memilih Sajian yang Sehat Untuk Berbuka Puasa

Cara terbaik untuk berbuka puasa adalah makan dalam porsi yang kecil saat berbuka puasa dan kamu boleh makan dalam porsi kecil lagi setelah sholat Tarawih jika masih lapar. Selain itu, cobalah untuk perbanyak makan buah-buahan segar. Buah-buahan merupakan sumber vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Bahkan, vitamin yang berasal dari buah-buahan segar ini bisa menjaga kesehatan tubuh karena mengandung vitamin C tinggi.

Mengunyah terlalu cepat

Kenaikan berat badan saat bulan Ramadan dapat terjadi akibat gangguan pencernaan yang disebabkan oleh aktivitas mengunyah makanan yang terlalu cepat. Pencernaan yang buruk membuat tubuh tidak bisa melakukan proses metabolisme dengan baik sehingga menurunkan tingkat pembakaran kalori yang menyebabkan timbunan lemak berlebih dan kelelahan.

Sebaiknya makanlah dengan perlahan, agar semua makanan dapat dikunyah dengan sempurna. Pola mengunyah makanan yang tidak buru-buru juga membantu tubuh mendeteksi sinyal lapar kenyang yang dikirim ke otak. Jangan lupa untuk berhenti makan saat sudah merasa kenyang.

Kebanyakan makan berlemak dan manis

Jajanan berbuka puasa identik dengan berbagai makanan berlemak seperti gorengan dan sebagainya. Bukan lagi menjadi rahasia bahwa makanan berkalori tinggi, seperti gorengan dan makanan bersantan, dapat membuat berat badanmu melonjak drastis. Oleh sebab itu, pastikan kamu mengurangi konsumsi makanan berlemak serta perbanyak buah dan sayur saat berbuka puasa atau sahur agar berat badan tetap terjaga.

Dampak buruk makan malam

Pastikan juga untuk mengurangsi konsumsi makanan dan minuman manis terutama yang mengandung banyak gula seperti es buah, kolak dan sebagainya. Kamu dapat menggantinya dengan mengonsumsi makanan manis yang lebih sehat, seperti kurma dan jus buah, untuk menaikan kadar gula darah setelah belasan jam berpuasa.

Konsultasi GRATIS